Apindo Ungkap Pemulihan Ekonomi Terkendala Masih Lesunya Konsumsi Masyarakat

Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), Hariyadi Sukamdani, mengatakan saat ini dunia usaha tengah mengalami masalah krusial. Yakni menumbuhkan permintaan. Hal ini penting karena berapapun stimulus yang diberikan akan percuma jika tidak ada permintaan akibat tidak ada kegiatan ekonomi.

Anisyah Al Faqir
Oleh Anisyah Al Faqir - Reporter
Apindo Ungkap Pemulihan Ekonomi Terkendala Masih Lesunya Konsumsi Masyarakat
Ilustrasi berbelanja. Shutterstock/Olesia Bilkei

Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), Hariyadi Sukamdani, mengatakan saat ini dunia usaha tengah mengalami masalah krusial. Yakni menumbuhkan permintaan. Hal ini penting karena berapapun stimulus yang diberikan akan percuma jika tidak ada permintaan akibat tidak ada kegiatan ekonomi.

"Berapa pun stimulus yang diberikan, kalau masyarakat tidak bergerak maka situasinya menjadi lebih sulit," kata Hariyadi di Komplek Perkantoran Bank Indonesia, Jakarta Pusat, Kamis (2/7).

Hariyadi mengatakan sebenarnya pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) meluncurkan aplikasi peduli lindungi. Aplikasi ini sangat penting untuk menjaga kontrol terhadap penularan virus corona. Sehingga orang yang sakit bisa disembuhkan dan orang yang sehat tetap bisa beraktivitas.

"Padahal ini berguna, tapi tracingnya kurang baik hingga masyarakat tidak tahu. Ini penting, masyarakat perlu tahu," kata dia.

Hariyadi menambahkan pelaksanaan restrukturisasi kredit di lapangan juga masih banyak terkendala. Selain itu, masalah modal kerja yang dialokasikan pemerintah di bank himbara tidak menyentuh seluruh golongan. Anggaran Rp30 triliun saat ini diprioritaskan untuk sektor UMKM.

"Yang kami tanyakan Rp30 triliun yang dieksekusi pemerintah itu untuk UMKM. Padahal korporasi selain UMKM yang diperlukan juga cukup besar," kata dia.

Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati memastikan bahwa penempatan uang negara sebesar Rp30 triliun kepada empat bank yang masuk dalam Himpunan Bank-bank Milik Negara (Himbara) sudah tersalurkan kepada bank masing-masing.

Adapun dana tersebut nantinya akan digunakan untuk mendukung kegiatan bisnis Bank Umum yang terkait dengan percepatan pemulihan ekonomi nasional (PEN).

"Pagi hari dengan Gubernur BI (Perry Warjiyo) sampaikan ke saya sudah komplit sebelum Pukul 09.00 WIB pagi sudah ada di bank Himbara (uangnya)," kata Sri Mulyani dalam rapat kerja bersama Komisi XI DPR, Jakarta, Senin (29/6).

Bendahara Negara ini menyampaikan, empat bank tersebut nantinya akan menggunakan dana itu untuk difokuskan kepada kegiatan bisnisnya. Seperti Bank Mandiri Penyaluran kredit akan difokuskan untuk produktif, padat karya, ketahanan pangan, dan mendukung sistem logistik nasional dengan target penyaluran Rp21 triliun.

Untuk Bank BRI dana digunakan untuk mendukung rencana bisnis berupa rencana ekspansi kredit UMKM 6 bulan ke depan sebesar Rp122,50 triliun dengan komposisi segmen mikro sebesar 88,87 persen atau Rp108,80 triliun.

Sedangkan untuk Bank BNI, dana tersebut akan difokuskan untuk melaksanakan ekspansi kredit pada sektor riil untuk korporasi, usaha menengah dan kecil serta consumer loan dalam 3 bulan ke depan senilai Rp15,04 triliun.

Terakhir untuk Bank BTN, dana akan difokuskan pada rencana penyaluran kredit pada Juli hingga Des 2020 sebesar Rp30,03 triliun yang didominasi oleh penyaluran KPR serta kredit lainnya di sektor perumahan. "Ini diharapkan berdampak ke sektor riil secara lebih nyata," tandas dia.

Rekomendasi