Anak buah tertangkap KPK, Sri Mulyani sebut bukti nyata adanya makelar anggaran
Merdeka.com - Komisi Pemberantas Korupsi (KPK) melakukan operasi tangkap tangan (OTT) pada 9 orang akhir pekan lalu. Salah satu yang terjaring ialah pegawai dari Kementerian Keuangan (Kemenkeu).
Menteri Keuangan, Sri Mulyani mengaku sudah mengetahui mengenai kasus ini. Dia menyebut kejadian ini merupakan bukti masih adanya makelar anggaran di pemerintahan Jokowi-JK.
"Kepada Kemenkeu ini membunyikan alarm keras bahwa yang dilakukan pegawai inisial YP itu bukti nyata makelar anggaran," ucap Sri Mulyani di Jakarta, Senin (7/5).
YP sendiri adalah Kasi Pengembangan Pendanaan Kawasan Perumahan dan Pemukiman pada Direktorat Evaluasi dan Pemukiman dan Informasi keuangna Negara. Kalau dilihat dari nama seksi dan nama direktorat, sebetulnya yang bersangkutan ini menurut Sri Mulyani tidak ada hubungan alokasi anggaran ke daerah. Tapi lebih terkait evaluasi pengelolaan.
"Waktu saya jadi Menkeu 10 tahun lalu, saya mendengar hal seperti ini dan berusaha membersihkan Kemenkeu dari praktik makelar anggaran. Sejak 10 tahun melakukan reformasi kemenkeu, banyak proses prosedur diubah IT, online, sehingga interaksi pertemuan pemerintah daerah atau instansi lain tidak perlu perseorang harus hadir," jelasnya.
Sri Mulyani menyebut, jumlah anggaran negara dalam transfer daerah sangat banyak mencapai sepertiga dari APBN. Pegawai Kemenkeu yang tertangkap OTT KPK ini menjadi salah satu yang bekerja di bawah Direktorat Jenderal yang mengawasi transfer daerah.
"Ini adalah pegawai PNS di lingkungan Ditjen Perimbangan Keuangan Kemenkeu, Ditjen berwenang kelola keuangan negara transfer daerah. Jumlah transfer daerah dalam APBN sekira sepertiga belanja. Tahun 208 ini negara mengalokasikan Rp 766 triliun. Jadi ini suatu anggaran luar biasa besar."
(mdk/idr)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya