Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Akhir Pekan, Menhub Lapor Jokowi Biaya Infrastruktur Transportasi di Ibu Kota Baru

Akhir Pekan, Menhub Lapor Jokowi Biaya Infrastruktur Transportasi di Ibu Kota Baru Menhub Soal Ibu Kota Baru. ©Liputan6.com/Johan Tallo

Merdeka.com - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) akan segera menghitung biaya pembangunan infrastruktur transportasi di ibu kota baru di Penajam Paser Utara dan Kutai Kartanegara. Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi, mengatakan dirinya akan menyampaikan terkait hal ini ke presiden akhir pekan nanti.

"Saya lagi bikin, nanti disampaikan ke Presiden akhir minggu ini. Setelah itu baru dikalkulasi setelah mendapat arahan," ujar Menteri Budi di Gedung DPR, Selasa (3/9).

Pembangunan infrastruktur nantinya akan menggunakan skema Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU). Saat ditanya kemungkinan perusahaan asing untuk bergabung, Menteri Budi menyambut hangat hal tersebut.

"Sebenarnya bukan asing ya, tapi skemanya KPBU, jadi LRT, kereta, pelabuhan, bandara, kalau asing mau masuk, ya, welcome saja," ungkapnya.

Penawaran skema KPBU ini diusahakan segera dimulai. Menteri Budi menyatakan, proses studinya sendiri memakan waktu 1 tahun, ditambah dengan proses lelang sekitar 6 bulan.

Jika sudah didapat pemenang tender dan pembangunan berjalan selama 2 tahun, maka infrastruktur transportasi akan siap dalam 4 hingga 4,5 tahun. Namun, Menteri Budi mengakui belum memiliki rincian pembangunannya karena masih menunggu rekomendasi lembaga terkait, misalnya Bappenas.

"Kita masih tunggu (ibu kota baru), tapi konsepnya itu bandara Balikpapan dan Samarinda itu cukup menampung untuk 10 hingga 15 tahun ke depan, bandara Balikpapan dengan kapasitas 30.000 orang, Samarinda 20 ribu, 50.000 itu cukup besar," ungkapnya.

Reporter: Athika Rahma

Sumber: Liputan6

(mdk/bim)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP