5 Kesalahan tak disadari saat beli rumah, termasuk pilih KPR

Banyak orang yang menyesal setelah beli rumah karena kesalahan ini.

Idris Rusadi Putra
Oleh Idris Rusadi Putra - Reporter
5 Kesalahan tak disadari saat beli rumah, termasuk pilih KPR
perumahan. ©2012 Merdeka.com/sapto anggoro

Rumah saat ini sudah menjadi kebutuhan primer bagi masyarakat. Selain jadi tempat tinggal, bagi sebagian orang rumah dijadikan lahan untuk investasi. Harga tanah dan rumah terus melonjak setiap tahun, khususnya di kota besar di INdonesia.

Namun demikian, sebagian orang ada yang menyesal setelah membeli rumah. Mereka kurang cermat dan tidak hati-hati dalam proses transaksi maupun memilih rumah.

Secara umum, ada lima kesalahan yang sering dilakukan pembeli rumah. Bagi Anda yang ingin membeli rumah, ada baiknya Anda menghindari lima kesalahan berikut, seperti dikutip dari rumah.com:

Tidak mengamati lingkungan sekitar

Tidak mengamati lingkungan sekitar
investasi. shutterstock

Hindari mengambil keputusan terburu-buru. Meski rumah tersebut terlihat bagus dan harganya murah, Anda tetap harus melakukan survei lingkungan rumah.

Beberapa hal penting yang perlu diketahui adalah, apakah kawasan tersebut rawan banjir, macet, atau rawan kriminalitas?

Untuk mengetahuinya, Anda dapat meninjau lokasi rumah pada waktu-waktu tertentu, misalnya pada hari kerja, akhir pekan, pagi hari, sore atau malam hari. Atau untuk lebih mudahnya, tanyakan hal tersebut pada penduduk sekitar.

Mengambil KPR tenor singkat

Mengambil KPR tenor singkat
Pembangun rumah KPR. ©2012 Merdeka.com/dwi narwoko

Jika Anda berniat membeli rumah untuk tempat tinggal, pilihan cicilan KPR (kredit pemilikan rumah) tersingkat bukanlah hal yang tepat. Akan lebih baik bila Anda mengambil periode yang cukup lama, sehingga Anda bisa mengatur keuangan untuk hal-hal lain yang juga penting, misalnya untuk biaya sekolah anak, membeli mobil, merenovasi rumah, dan sebagainya.

Agar lebih menghemat uang, Anda bisa saja memilih KPR yang menawarkan uang muka rendah, sehingga uang bisa dialokasikan untuk kebutuhan lain.

Untuk melihat kemampuan membayar KPR, Anda dapat menghitung pengeluaran tetap bulanan, dan sisa uang bulanan tersebut adalah besaran kemampuan Anda membayar cicilan KPR.

Lupa biaya tersembunyi

Lupa biaya tersembunyi
rupiah. shutterstock

Banyak orang yang lupa saat membeli rumah ada beberapa pengeluaran lain yang harus di keluarkan, seperti bea materai, biaya aplikasi, biaya legal, dan beberapa pajak lain.

Untuk itu, hitung dengan cermat seluruh pengeluaran untuk membeli rumah, dan sesuaikan dengan kondisi keuangan. Anda dapat menanyakan kepada agen properti atau pengembang untuk mengetahui biaya-biaya tambahan tersebut.

Percaya perjanjian lisan

Percaya perjanjian lisan
perumahan. ©2012 Merdeka.com/sapto anggoro

Proses jual-beli rumah adalah transaksi besar di bawah payung hukum. Jadi, jangan sekali-kali percaya dengan janji yang diberikan penjual secara lisan. Semua harus tertulis dan ditandatangani kedua belah pihak, jika perlu dibubuhkan materai.

Meskipun perjanjian seputar hal-hal kecil, seperti pemilik rumah akan memberikan sofa atau peralatan dapur sebagai bonus, sebaiknya hal tersebut juga dituliskan dalam akta jual-beli.

Anda juga dapat meminta penjual rumah menulis semua hal yang diberikan bersama rumah dan tanda tangani bersama. Jika Anda menganggap hal itu tidak terlalu penting, Anda bisa merekam seluruh pembicaraan yang berisi perjanjian tersebut.

Tidak diasuransikan

Tidak diasuransikan
Ilustrasi Rumah Kebakaran. ©2015 Merdeka.com

Asuransi properti memang tampak sepele, tapi baru terlihat manfaatnya bila rumah Anda kebakaran atau hancur akibat bencana alam. Asuransi properti memiliki banyak manfaat, antara lain mengganti kerugian akibat rumah terbakar, tersambar petir, banjir, pencurian, dan sebagainya.

Jika Anda tidak mau repot-repot membeli asuransi rumah secara terpisah, belilah rumah melalui fasilitas KPR yang juga memberikan asuransi.

Rekomendasi