Presiden RI Joko Widodo pagi kemarin menyusuri jalan tol Trans Jawa mulai dari Surabaya. Ekspedisi Trans Jawa bersama Presiden ini sekaligus meresmikan jalan tol tersebut.
Menteri BUMN Rini Soemarno mengatakan, sebelumnya dirinya bersama pejebat terkait sudah menyusuri jalan tol ini sebanyak 2 kali. Ini untuk memastikan jalan tol Trans Jawa bisa dilalui saat libur Natal dan tahun baru.
"Ini saya yang ketiga kalinya, bedanya hari ini sudah rapi semua jalannya. Dan dengan dilalui oleh Presiden hari ini, maka mulai besok (red-hari ini) pagi pukul 06.00 WIB masyarakat bisa melaluinya," ucap Rini di Surabaya, Kamis (20/12).
Tidak hanya itu, yang Rini juga menekankan untuk keterlibatan UMKM di wilayah masing-masing untuk bisa mengisi titik-titik rest area yang tersebar sepanjang tol Trans Jawa ini. Dengan demikian pemberdayaan ekonomi masyarakat tetap bisa dilakukan.
"Jadi tetap kita utamakan UMKM dengan produk masing-masing daerah. Seperti kalau di rest area Madiun ada roti kesukaan saya Bluder," ucap Rini.
Rini juga meminta kepada masyarakat untuk tetap menjaga kesehatan dan kehati-hatian jika ingin melalui jalan tol Trans Jawa yang membentang dari Surabaya hingga ke Merak tersebut.
Ada beberapa fakta menarik di balik beroperasinya tol Trans Jawa ini. Berikut uraiannya:
Advertisement
Presiden Joko Widodo (Jokowi) meresmikan empat ruas tol Trans Jawa seksi Jawa Timur, Kamis (20/12) pagi. Empat ruas tersebut yakni Ngawi-Kertosono (seksi Wilangan-Kertosono), Jombang-Mojokerto (seksi Bandar-Kertosono), Gempol-Pasuruan (seksi Pasuruan-Grati) dan Surabaya-Gempol (seksi relokasi Porong-Gempol).
"Dari pembukaan jalan tol di Jawa Timur artinya Jakarta-Surabaya sudah tersambung dan bisa dilalui kendaraan hari ini," kata Presiden Jokowi saat peresmian di ruas tol Ngawi-Kertosono.
Dia menyebut empat ruas tol ini memiliki panjang 59 kilometer (Km). Presiden Jokowi berharap, dibukanya ruas tol ini bisa menjadi alternatif bagi masyarakat yang hendak menempuh perjalanan dari Surabaya ke Jakarta.
"Mau jalan lama silakan, mau jalan ini silakan. Saya kira alternatif pilihan perlu diberikan ke masyarakat," ucapnya.
Mantan Gubernur DKI Jakarta ini juga menginginkan rampungnya empat ruas tol di Jatim memudahkan pengiriman logistik ke Surabaya. Termasuk mempercepat waktu tempuh Surabaya ke Jakarta.
"Kita juga ingin integrasikan kawasan industri, kawasan ekonomi khusus dengan kawasan wisata yang ada di sekitar tol," jelasnya.
Advertisement
Presiden Joko Widodo Jokowi meresmikan 7 ruas tol bagian dari Trans Jawa, di wilayah Jawa Timur dan Jawa Tengah, hari ini, Kamis (20/12). Empat ruas tol di wilayah Jawa Timur, antara lain, ruas Wilangan-Kertosono (38 Km), ruas Kertosono-Bandar (1 Km), Relokasi ruas Porong-Gempol (6 Km), dan ruas Pasuruan-Grati (14 Km). Total panjang ruas 59 Km.
Sementara tiga ruas tol di Jawa Tengah, yaitu ruas Pemalang-Batang (34 Km), ruas Batang-Semarang (75 Km), dan ruas Salatiga-Kertasura (33 Km). Total panjang, 142 km.
Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT), Herry Trisaputra Zuna, mengatakan Trans Jawa sudah dapat dipakai untuk mendukung arus lalu lintas ketika memasuki libur Natal 2018 dan Tahun Baru 2019. Untuk ketujuh ruas ini pun akan digratiskan hingga akhir Desember 2018.
"Sudah sampai Grati. Lebih dari Surabaya. Secara teknis setelah diresmikan, sudah bisa beroperasi. Ada nanti mungkin kita perlu clearing, pembersihan," kata dia, Kamis (20/12).
Peresmian ke-7 ruas tol tersebut menandai terhubungnya ruas tol Trans Jawa dari Merak hingga Grati. "Dengan nyambung berarti 933 Km dari Merak sampai ke Grati. Yang selanjutnya, sebetulnya yang ke Probolinggo (ruas Grati-Probolinggo) bisa awal tahun depan. Probolinggo- Banyuwangi kurang lebih tahun 2021," ujarnya.
Advertisement
Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT), Herry Trisaputra Zuna, mengatakan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) bersama Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) tengah mengkaji rasionalisasi tarif jalan tol Trans Jawa.
Nantinya pengenaan tarif di jalan tol Trans Jawa akan seperti pengaturan tarif yang telah berlaku di ruas tol Jakarta Outer Ring Road (JORR). Namun demikian, tegas Herry, hal tersebut masih sedang dikaji.
"Kita coba lagi sekarang bagaimana kalau tarifnya di-structure, sehingga proporsional dengan jarak tapi ada maksimumnya. Jadi kalau sudah sampai batas tarif maksimum ya jangan naik lagi," kata dia saat ditemui di Gerbang Tol Bandar, Jawa Timur, Kamis (20/12).
Dia mengatakan meskipun tol merupakan jalan alternatif, tapi pemerintah tetap mempunyai kepentingan untuk mengatur agar tarif tol dapat dijangkau oleh masyarakat. "Sehingga walaupun panjangnya 1.150 km (panjang trans Jawa dari Merak- Banyuwangi), tapi bayarnya bukan berarti Rp 1.000 kali 1.150. Ini yang lagi dibicarakan. Sama seperti yang di JORR. 76 km tapi tarifnya Rp 15.000," jelas dia.
Namun, dia menegaskan bahwa kepentingan para operator jalan tol tetap harus diperhatikan demi menjamin kepastian usaha. "Kita harus jaga (kepastian usaha BUJT). Tidak ada yang bangun kalau tidak ada kepastian pengembalian. Lalu kita harus bisa kepada masyarakat kita ingin agar tarifnya terjangkau. Caranya bagaimana tarif dirasionalisasi," tandasnya.
Sebelumnya, PT Jasa Marga (Persero) Tbk mengumumkan, Tol Trans Jawa sudah bisa tersambung sepanjang 901,03 kilometer (Km) dari Merak hingga Gerbang Tol (GT) Grati di Pasuruan pada waktu Natal dan Tahun Baru 2019 (Nataru). Sehingga total tarif Tol Trans Jawa dari ujung ke ujung yakni Rp 575.000. Tarif ini masih sementara karena ada beberapa ruas yang masih gratis karena fungsional.
Advertisement
Presiden Joko Widodo didampingi Ibu Negara Iriana menjajal tol Trans Jawa dari Surabaya, Jawa Timur sampai Jembatan Kalikuto Gringsing, Kabupaten Batang, Jawa Tengah, Kamis (20/12). Kepala Negara membutuhkan waktu kurang lebih tujuh jam untuk menempuh ruas tol sepanjang 349 Kilometer itu.
Sepanjang perjalanan, Jokowi terhitung tiga kali berhenti. Pemberhentian pertama di tol Ngawi guna meresmikan ruas tol Ngawi-Kertosono (segmen Wilangan-Kertosono), Jombang-Mojokerto (seksi Bandar-Kertosono), Gempol-Pasuruan (seksi Pasuruan-Grati) dan Surabaya-Gempol (seksi relokasi Porong-Gempol).
Pemberhentian kedua di Rest Area Km 597 B ruas tol Ngawi-Kertosono. Di sini, selain meninjau Rest Area Jokowi juga menyantap makanan khas Indonesia yang dijajakan oleh UMKM.
Berikutnya di Rest Area 519 A Sragen. Jokowi dan Iriana melaksanakan salat jamak taqdim di Rest Area tersebut.
Jokowi berpesan, pengguna tol Trans Jawa harus berhati-hati saat berkendara. Kecepatan kendaraan perlu dijaga untuk memastikan keselamatan selama di perjalanan.
"Pesen saya itu aja. Karena kalau terlalu mulus sekali dan kecepatan, sementara 90-100 aja sudah seperti itu (km/jam). Tidak terasa sama sekali. Saya kira mobil pribadi akan berjalan lebih cepat dari itu jadi hati-hati," ujarnya.