Presiden Joko Widodo rencananya bakal meresmikan kawasan industri Kendal pada 25 Agustus mendatang. Peresmian itu juga bakal dihadiri Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong.
Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengatakan kawasan industri berlokasi di Kecamatan Kaliwungu dan Brangsong itu dibentuk guna mendukung pengembangan industri tekstil dan produk tekstil (TPT) nasional. Di kawasan industri tersebut akan didirikan Fashion City terintegrasi seluas 100 hektar.
"Kami sangat mendukung pembangunan Kawasan Industri Kendal, terutama adanya klaster khusus industri tekstil yang terintegrasi dari hulu sampai hilir. Diharapkan akan meningkatkan nilai tambah dan daya saing produk tekstil kita di pasar domestik dan ekspor," kata Airlangga dalam keterangan tertulisnya, Selasa (9/8).
Sejumlah fasilitas akan dibangun di kota fesyen tersebut. Di antaranya pusat penyediaan bahan baku, perbelanjaan, pameran, serta penelitian dan pengembangan produk tekstil.
"Dari beragamnya fasilitas yang disediakan, penyerapan tenaga kerja akan semakin banyak," tuturnya.
Untuk industri TPT, lanjut Politisi Golkar itu, pihaknya akan mendorong pengembangan nonwoven. Produk itu digunakan untuk material jalan tol, agrotextiles, medis, industri makanan dan minuman, industri otomotif, dan lainnya.
"Kami akan mendorong industri TPT nasional menghasilkan produk non-woven. Ini bagian strategi diversifikasi produk sekaligus perluasan pemasaran ekspor," jelasnya.
Berdasarkan data Kemenperin, industri TPT mampu menyerap tenaga kerja sebanyak 1,5 juta orang. Itu setara 10,36 persen tenaga kerja di sektor industri.
Pada Februari 2016, nilai ekspor industri ini naik sebesar 6,81 persen jika dibandingkan periode sebelumnya (month on month).