Gejala hepatitis C sebenarnya sulit untuk dideteksi. Gejala umum kerap kali tidak muncul hingga membuatnya kian berkembang menjadi kronis. Tahukah kalian, hepatitis C merupakan penyakit peradangan hati yang paling berbahaya dibanding dengan semua jenis hepatitis lainnya.
Tak hanya itu, hepatitis C juga bisa menimbulkan dampak jangka panjang yang cukup serius. Beberapa kasus, penderita bahkan tak menyadari terkena penyakit hepatitis C hingga menderita kerusakan hati secara permanen. Untuk itu, penting bagi kalian untuk mengenal gejala hepatitis C sebelum terlambat.
Penasaran dengan gejala hepatitis C akut dan kronis? Melansir dari hellosehat dan Alodokter, Senin (2/11/2020), simak ulasan informasinya berikut ini.
Advertisement
Gejala Hepatitis C
Melansir dari Alodokter, sebagian besar penderita tidak mengalami gejala hepatitis C pada tahan awal. Seperti dikatakan sebelumnya, hal ini membuat penderita biasanya akan mengetahui terkena hepatitis C saat sudah kronis. Namun perlu digarisbawahi, tidak semua penyakit hepatitis C akan berkembang menjadi kronis.
Hampir setengah dari penderita hepatitis C bisa sembuh dengan sendirinya. Gejala hepatitis C yang muncul saat sudah ada infeksi kronis adalah kerusakan pada hati. Biasanya penderita akan mengalami tubuh lemas, nafsu makan berkurang bahkan tidak ada serta muncul penyakit kuning.
Advertisement
Gejala Hepatitis C Akut
Gejala hepatitis C yang perlu kalian perhatikan berikutnya yakni saat sudah mencapai kondisi kronis. Melansir dari hellosehat, periode infeksi HCV berlangsung saat pertama kali penderita melakukan kontak dengan virus hingga virus mulai bereplikasi. Pada periode ini, gejala belum tentu muncul. Hampir 80% pasien bahkan tidak mengalami masalah pada kesehatannya yang berarti.Akan tetapi, menurut WebMD, hal itu bukan berarti hepatitis C akut tidak akan menyebabkan gangguan pada kesehatan. Pada umumnya, gejala hepatitis C akut akan muncul 2-12 minggu usai infeksi berlangsung. Meski ada gejala yang muncul, namun ini juga bukanlah gejala khas. Sehingga masih begitu sulit membedakan dengan jenis hepatitis lainnya.Gejala hepatitis C akut yang biasanya muncul adalah sebagai berikut:
- Demam ringan
- Kelelahan
- Nafsu makan menghilang
- Mual dan muntah-muntah
- Sakit perut pada bagian atas
- Rasa nyeri pada sendi dan otot
- Sakit pada abdomen atau perut di bagian atas
- Urin berwarna gelap serta pekat
- Feses berwarna pucat
- Penyakit kuning
Penyakit kuning atau Ikterus (jaundice) akan tampak di kulit serta mata penderita. Namun, itu biasanya hanya diderita sekitar 20% pasien yang terinfeksi HCV. Ada juga beberapa kasus justru tidak mengalami gejala apapun, sebab sistem kekebalan tubuh mampu melumpuhkan infeksi virus dalam beberapa bulan.
Advertisement
Gejala Hepatitis C Kronis
Tahukah kalian, peluang munculnya gejala hepatitis C kronis lebih tinggi bila dibanding dengan hepatitis C akut. Namun, infeksi yang berlangsung sekitar lebih dari 6 bulan tidak selalu menunjukkan gejala yang berarti. Pada umumnya, gejala hepatitis C kronis bisa muncul saat infeksi sudah berlangsung selama bertahun-tahun.Saat gejala muncul pun, gangguan kesehatan serta tanda-tanda yang ditunjukkan juga bisa bervariasi. Tak hanya itu, gejala juga bisa tiba-tiba muncul, hilang serta kembali lagi selama infeksi kronis berlangsung. Untuk itu, kalian harus mengetahui gejala hepatitis C kronis agar bisa bergerak cepat saat mendapati gejala tersebut pada orang-orang tersayang.
Berikut gejala hepatitis C kronis yang perlu diketahui:
- Kelelahan setiap saat
- Kehilangan berat badan
- Rasa nyeri pada bagian atas perut
- Rasa nyeri pada sendi dan otot
- Gatal-gatal pada kulit
- Mudah memar
- Mudah berdarah
- Kaki bengkak
- Alami penurunan kemampuan kognitif seperti sulit berkonsentrasi dan sering lupa
- Sakit ketika buang air
- Depresi
- Urin berwarna gelap serta pekat
- Feses berubah menjadi pucat
- Penyakit kuning pada kulit dan mata
Advertisement
Gejala Hepatitis C Akibat Komplikasi
Hepatitis c kronis bisa menimbulkan komplikasi jika tidak segera menjalani pengobatan. Mulai dari sirosis, kanker hati hingga gagal hati permanen. Sebenarnya saat terjadi infeksi kronis, hati masih bisa berfungsi secara normal meski terhambat akibat peradangan. Namun, jika peradangan terus terjadi maka dalam waktu lama akan menyebabkan pengerasan pada hati (fibrosis).Biasanya hal itu akan ditandai dengan sebagian besar sel hati mengalami kerusakan. Waktu terjadi komplikasi ini juga bervariasi tiap pasien. Misalnya pada sirosis, penyakit ini bisa terjadi usai infeksi kronis yang sudah berlangsung selama 20-30 tahun. Ada beberapa gangguan kesehatan lainnya yang muncul akibat penyakit komplikasi. Masalah ini justru akan lebih parah dibanding dengan gejala hepatitis C kronis. Berikut gejala hepatitis C akibat komplikasi:
- Mudah memar
- Mudah berdarah
- Feses berwarna gelap
- Pembengkakan pada kaki dan perut bagian atas akibat akumulasi cairan
- Penyakit kuning pada kulit serta mata
- Muntah darah
Perlu digarisbawahi, gejala hepatitis C tersebut bukan gejala yang khas. Sehingga bisa mirip dengan gejala hepatitis lainnya atau bahkan penyakit hati lainnya. Maka dari itu, sebaiknya jangan melakukan diagnosis mandiri bahwa kalian terkena hepatitis C. Sebab, akan sangat berbahaya jika kalian sudah mengonsumsi obat-obatan untuk pasien hepatitis C. Terlebih di luar pengawasan dan pantauan dari dokter ahli.