Sebuah video begitu menguras air mata. Isak tangis haru tak terbendung kala Jenderal TNI Andika memberi kejutan pada tenaga medis sebagai garda depan penanganan Covid-19.
Rapat teleconference berkala menjadi momen haru pertemuan antara para suster dan keluarga. Ingin tahu kisah lengkapnya? Simak lebih lanjut.
Advertisement
Kejutan Tak Terduga
Teleconferenceberkala dengan RSPAD, Kasad Jenderal TNI Andika Perkasa memberikan kejutan pada para perawat.
Ini hadiah karena mereka telah bertugas secara ikhlas beberapa bulan tidak pulang ke rumah berkumpul dengan keluarga.
Bagi suster Rahmayanti, suster Heni Hendayani, dan suster Rismawaty mendapat kesempatan bertemu keluarga meskipun lewat sambungan video merupakan hal istimewa.
Melalui video unggahan @tni_angkatan_darat di Instagram, Kamis (23/4), menampilkan momen haru ketika Jenderal Andika tidak langsung menutup rapat.
"Kita punya surprise ini," ujar Jenderal Andika.
Advertisement
Tangis Tak Terbendung
Suster Rahmayanti tak kuasa menahan air mata ketika melihat anak-anaknya. Begitupun keempat buah hatinya yang menangis merindukan sang ibu.
"Sehat-sehat semuanya ya," kata suster Rahmayanti sembari menghapus air mata.
"Doain bunda ya, doain tiap selesai salat. Biar bunda bisa cepat pulang," tambahnya.
"Bunda cepat pulang ya, sebentar lagi puasa, bunda di rumah ya," ujar anak tertua Rahmayanti yang terisak.
Advertisement
Jenderal Ikut Berlinang Air Mata
Momen yang begitu mengharukan bagi siapa saja yang menyaksikan.
Andika yang awalnya sempat melambaikan salam menyapa keluarga para suster di rumah, tiba-tiba ikut berlinang air mata.
Advertisement
Tangis Histeris
Belum berhenti sampai di situ, tangisan histeris dirasakan anak suster Heni Hendayani yang berusia 5 tahun.
"Halo kakak," sapa sang Ibunda.
"Sehat kan, mama di sini akan sehat selalu di sini," sambil terisak.
"I love you, mama. Cepat pulang ya ma," ujar anak pertama suster Heni.
Advertisement
Anggota TNI Terharu
Tanpa kata-kata yang terurai, tiba-tiba sang anak menangis histeris dan ditenangkan oleh seorang polisi dan keluarga di rumah.
Meski begitu, suara tangis melengking ikut memenuhi ruangan rapat berkala tersebut dan membuat haru seluruh anggota TNI.
"Sudah, kan bentar lagi Mama pulang," ujarnya.
Advertisement
Pesan Ketua Persit
Ketua Persit (persatuan istri tentara) Kartika Chandra Kirana, Hetty Andika Perkasa ikut menitikan air mata sembari berpesan pada buah hati para suster di rumah.
"Anak-anak belajar, ibadah tetap di rumah, doakan mama-mamanya semua. Biar terus sehat dan bisa cepat pulang kalau ini sudah berakhir ya," sambil terisak.
Advertisement
Berusaha Menahan Tangis
Begitupun keluarga suster Rismawaty Sianturi, meskipun dirundung kerinduan, suami dan anak-anak suster Risma memberi dukungan penuh.
Suami dan ketiga anak di rumah meminta suster Rismawaty untuk tidak menangis.
"Jangan nangis, jangan nangis. Enggak usah nangis," papar keempatnya.
"Kita semua dalam keadaan sehat ya ma. Semoga mama cepat pulang, kita berkumpul lagi. Semangat terus ya ma, kami sayang mama, ujar suami suster Risma.
Advertisement
Suasana Tak Terbendung
Meski telah berusaha menahan air mata untuk bisa menunjukkan jiwa yang kuat dan sehat, tetap saja haru tidak terbendung.
Suami suster Rismawaty tetap berlinang air mata usai mengakhiri sambungan video teleconference.
Advertisement
Berterima Kasih
Dalam kesempatan itu, ketiga perawat juga menyampaikan terima kasihnya kepada ibu Hetty Andika Perkasa.
"Ibu terima kasih banyak. Mohon doanya ibu, semoga wabah ini cepat berlalu, sehingga kami dapat bertemu dengan keluarga," ujar suster Risma.
Ibu Hetty Andika Perkasa yang tak kuasa menahan tangis dan menyampaikan pesan kepada mereka.
"Terima kasih kepada Mba Heni, Mba Yanti, dan Mba Risma, dan seluruh tenaga medis. Hanya Tuhan yang bisa membalas. Kita berdoa bersama-sama agar wabah ini cepat berakhir," tutup ibu Hetty.
Advertisement