Coba Anda perhatikan logo Google untuk hari ini. Nampak unik bukan? Google membuat logo hari ini dengan tema origami. Tentunya ada alasan mengapa Google membuat logo bertemakan origami tersebut. Hari ini, tanggal 14 Maret 2012, adalah hari yang bertepatan dengan hari lahirnya bapak origami dunia yang berasal dari Jepang, Akira Yoshizawa. Google Doodle merubah tampilan logonya dengan tema origami, khususnya untuk negara-negara di Asia dan sekitarnya seperti New Zealand, Australia, Malaysia, Indonesia, Singapura, Timor Leste, Jepang, dan Hongkong.Akira Yoshiwaza adalah seorang grandmaster origami berasal dari Jepang yang lahir tanggal 14 Maret 1911. Dia mendedikasikan hidupnya untuk seni pembuatan origami. Menurut berita yang beredar, sampai tahun 1989, Yoshiwaza telah membuat sedikitnya 50 ribu model origami dengan tema bermacam-macam. Untuk itu, pada tahun 1983, kaisar Jepang, Hirohito, telah menjulukinya sebagai The Order of The Rising Sun. Hasil karya dari Akira Yoshiwaza ini telah beberapa kali ikut dalam kontes seni di China, Jerman, Italia, Spanyol, dan Inggris.Origami pertama dibuat pada tahun 1603. Pada tahun tersebut, origami dibuat untuk acara pernikahan dalam agama Shinto yang melambangkan pengantin pria dan wanita. Bentuknya pun hanya sebatas origami burung saja. Pada tahun 1680, Ihara Saikaku pernah menghebohkan negara matahari terbit tersebut karena telah membuat origami dengan paten yang berbeda seperti yang dibuat sebelum-sebelumnya. Dia membuat origami bertemakan kupu-kupu.Mengapa Yoshiwaza lebih terkenal daripada Ihara? Pola dan metode pembuatan origami versi Yoshiwaza lebih simpel dan mudah. Dia adalah pelopor berbagai teknik origami, salah satunya wet-folding. Dalam metode wet-folding ini, Yoshiwaza melipat kertas dalam keadaan basah. Oleh karenanya, origami buatan Yoshiwaza mempunyai kesan hidup. Tampilan origaminya lebih bulat dan tampak seperti sebuah pahatan.
Menurut Pisqa.com, Yoshiwaza juga sudah membukukan cara dan contoh model origaminya. Kurang lebih ada 18 buku yang pernah diterbitkan Yoshiwaza untuk hal ini. Pada tahun 1998, Yoshiwaza juga pernah diundang untuk menjadi duta origami dunia pada saat dihelatnya pameran origami di museum Louvre, Perancis. Sayangnya, pada tanggal 14 Maret 2005 lalu, bertepatan dengan hari ulang tahunnya yang ke 94, Yoshiwaza menutup matanya untuk yang terakhir kali di rumah sakit Ogikubo karena penyakit pneumonia.