Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo), Rudiantara, mengatakan bahwa akan ada ponsel pintar atau smartphone 4G bermerek global murah berharga di bawah satu juta rupiah. Namun, dirinya enggan menyebutkan merek ponsel tersebut.
"Awal November ini bakalan launching. Nanti saya datang ke acaranya. Global brand ini. Adalah mereknya apa, kita lihat saja nanti," katanya kepada beberapa wartawan di kantor Kementerian Komunikasi dan Informatika, Jakarta, Jumat (23/10).
Langkah yang dilakukan oleh brand global tersebut, dia sangat mengapresiasinya. Pasalnya, setelah penataan ulang (refarming) 4G LTE di frekuensi 1.800 MHz selesai, dibutuhkan perangkat yang bisa support dengan teknologi tersebut.
Bahkan, pria yang akrab disapa Chief RA ini, menuturkan jika nantinya ponsel 4G bisa berharga ratusan ribu. Prediksinya tersebut, lantaran aturan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) yang akan diterapkan nantinya pada tahun 2017, juga akan berdampak pada harga ponsel.
"Prediksinya saya, tiga tahun dari sekarang, harga ponsel 4G itu bisa sampai Rp 600 ribu. Apalagi, nantinya kita bakal terapkan aturan TKDN. Hal ini juga untuk mendorong vendor-vendor lain membuat ponsel 4G dengan harga murah," ujarnya.
"Perputaran uang dari penjualan ponsel itu yang resmi aja Rp 3 triliun, belum lagi yang black market. Kalau ditotal sama black market itu bisa Rp 5 triliun. Makanya, ada aturan TKDN ini. Bukan bermaksud menutup kran impor. Tapi, setidaknya Indonesia ini juga kecipratan dari penjualan ponsel," imbuhnya.
Sekadar informasi, untuk refarming 4G di frekuensi 1.800 MHz, proses penataan ulang telah memasuki Jawa Tengah. Pertengahan bulan November, giliran Jabodetabek wilayah terakhir yang akan ditata. Sementara itu, untuk TKDN pada tahun 2017, akan diberlakukan 30 persen komponen dalam negeri.