Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Kenapa teknologi Indonesia masih minim digunakan masyarakatnya?

Kenapa teknologi Indonesia masih minim digunakan masyarakatnya? ilustrasi teknologi. © lornawestonsmyth.com

Merdeka.com - Hasil teknologi yang dimiliki Indonesia, sebenarnya tidak kalah dengan negara-negara tetangga. Namun sayangnya, di negeri sendiri hasil karya teknologi Indonesia masih belum terlalu banyak digunakan oleh masyarakatnya sendiri.

Kebanyakan masih menggunakan produk teknologi luar. Hal ini pun dibenarkan oleh Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), Unggul Priyanto.

Menurutnya, sudah saatnya masyarakat Indonesia dipaksa untuk menggunakan produk dalam negeri. Hal ini juga demi teknologi Indonesia agar lebih dihargai di negeri sendiri.

"Harus dipaksa, seperti China. Masyarakat China dipaksa untuk menggunakan hasil karya produk negeri mereka sendiri. Sekalipun kurang bagus harus digunakan. Korea pun begitu. Mereka memaksakan hal itu. Kan kita tahu sendiri," ujar Unggul kepada Merdeka.com di Jakarta.

Rendahnya penggunaan teknologi dalam negeri ini, diakui juga oleh Unggul karena kurang percayanya masyarakat terhadap teknologi negeri sendiri. Sayangnya, dia tak menjelaskan apa penyebab masyarakat kurang percaya terhadap teknologi sendiri.

"Pertama, kita memang kurang percaya terhadap produk atau karya teknologi sendiri. Kedua, pemahaman teknologi terkait industri juga kurang. Banyak masyarakat di luar sana hanya memahami jika teknologi itu sekadar riset saja, tidak terkait dengan industri," katanya.

Terlepas dari itu, belum lama ini, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), melakukan survei terhadap masyarakat mengenai penafsiran mereka tentang IPTEK. Dalam survei tersebut, ada tiga isu besar yang diketahui masyarakat tentang IPTEK yaitu pertama, isu IPTEK penemuan besar, kedua IPTEK berkontribusi terhadap perbaikan hidup, dan ketiga perubahan cepat. Dari tiga itu, yang terbesar adalah penemuan besar masih menjadikan penafsiran paling banyak ditafsirkan oleh masyarakat, yakni dengan prosentase 76 persen.

Namun sayangnya, masyarakat pun ternyata belum memahami isu-isu IPTEK di dalam negeri. Hampir 54 persen dari responden yang disurvei, masih kurang paham soal isu IPTEK. (mdk/hwa)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP