Tak bisa dipungkiri, pandemi Covid-19 yang merebak di Indonesia sejak awal Maret lalu berdampak pada hampir semua sektor kehidupan di negara ini.
Selain menimbulkan masalah kesehatan, pandemi Covid-19 juga berdampak besar pada sektor usaha hingga perekonomian nasional. Mulai dari pengusaha hingga karyawan, mau tidak mau harus mengalami jatuh bangun demi bertahan di kondisi sulit ini.
Namun, lain ceritanya dengan yang dialami Rudy Adam. Warga Kecamatan Sipatana, Kota Gorontalo, mampu bertahan dengan usaha hidroponiknya di tengah pandemi ini.
Ia memang sudah lama menekuni dunia pertanian, namun bergelut dengan hidroponik baru Ia lakoni kurang lebih satu tahun terakhir.
Berawal hanya dengan kemampuan seadanya, Rudy sukses mengembangkan usaha hidroponiknya yang kini justru laris manis dan meraup untung besar meski pandemi belum berakhir. Melansir dari Liputan6.com, berikut kisah Rudy selengkapnya.
Advertisement
Saat usaha di bidang lain mengalami penurunan permintaan, Rudy justru ketiban rezeki dengan mendapatkan pesanan yang lebih banyak.
Kebutuhan sayur yang diproduksinya kian hari terus meningkat. Bahkan, permintaan saat ini malah nyaris tak dapat dilayani, mulai dari supermarket, minimarket hingga pembeli yang datang langsung ke kebun miliknya.
"Saat ini permintaan meningkat, pembeli cukup banyak," kata Rudy.
Advertisement
Rudy menceritakan, saat awal diumumkannya pandemi oleh WHO, usahanya sempat terpukul. Namun, Ia tetap memproduksi meski permintaan berkurang drastis."Sangat berdampak saat di awal pandemi, apalagi waktu itu Gorontalo sempat PSBB, pendapatan bisa dibilang hampir tidak ada," ujar Rudy.Namun, ketekunannya dalam mengelola usaha hidroponik di tengah pandemi akhirnya berbuah manis. Saat ini, Ia mulai kebanjiran permintaan yang hampir tidak bisa terlayani."Saat ini saya melayani permintaan dari dalam maupun luar Gorontalo, belum lagi yang datang ke kebun," tuturnya.
Advertisement
Menurut Rudy, usaha hidroponik itu sebenarnya cukup mudah. Namun, menyadarkan orang untuk mengonsumsi sayuran atau buah non-pestisida seperti ini yang susah. Harganya yang relatif lebih mahal pun jadi faktor lain kurangnya minat masyarakat."Harganya yang relatif mahal membuat hidroponik kurang untuk diminati, jadinya terlebih dahulu saya harus mengampanyekan tentang sayur sehat," tutur Rudy.Rudy berharap, pemerintah bisa memperhatikan peluang usaha ini. Sebab, Ia sudah memberikan contoh bisa bertahan meski harus berjuang mengembangkannya sendiri. "Apalagi kalau sudah didukung oleh pemerintah pasti saya yakin dan percaya usaha hidroponik di Gorontalo bisa maju pesat," Ia menandaskan.
Advertisement
Melalui akun media sosial pribadinya, Ia terus menyatakan pentingnya mengonsumsi sayuran sehat untuk menjaga imunitas. Sebab, imunitas saat ini sangat dibutuhkan manusia untuk mencegah terpapar Covid-19."Akhirnya, masyarakat mulai sadar akan itu, dan permintaan Alhamdulillah meningkat meski pandemi belum berakhir," ungkapnya.