Pemkot Ingin Jadikan Medan sebagai 'The Kitchen of Asia', Ini Alasannya
Merdeka.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Medan saat ini tengah fokus terhadap 5 program yang jadi prioritas untuk segera diselesaikan permasalahannya.
Salah satunya adalah membangkitkan pariwisata Kota Medan melalui pengembangan wisata kuliner di kawasan heritage Kesawan. Program ini sekaligus akan menjadikan Kota Medan sebagai The Kitchen of Asia.
Hal ini disampaikan oleh Wali Kota Medan, Bobby Nasution pada Selasa (9/3).
“Untuk menyukseskan program ini, tentu diperlukan kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk media,” ucapnya.
Melansir dari ANTARA, berikut alasan Pemkot Medan ingin menjadikan Kota Medan sebagai The Kitchen of Asia.
Keragaman Etnis dengan Kuliner Khas
Bobby mengatakan, Kota Medan memiliki keragaman etnis dengan berbagai kuliner khas yang terkenal sangat enak.
Keragaman etnis di Kota Medan ini bukan hanya dapat menggambarkan miniatur Indonesia, tetapi juga Asia.
Pasalnya, di kota ini, selain ada banyak kuliner khas etnis di Indonesia, kuliner yang berasal dari negara-negara Asia juga mudah dijumpai.
Kesawan Daerah yang Jadi Magnet Wisatawan

pariwisatasumut.net ©2020 Merdeka.com
Bobby juga menilai, kawasan Kesawan memiliki potensi besar untuk menunjang perekonomian bangkit dari keterpurukan akibat dampak pandemi Covid-19."Kesawan ini salah satu program kita untuk pariwisata Medan dan menunjang perekonomian. Kesawan ini sangat bermanfaat untuk perekonomian, khususnya kuliner," katanya pada Kamis (4/3).Hal ini karena Kesawan merupakan bagian dari sejarah Kota Medan yang letaknya di pusat Kota Medan. Di lokasi ini juga banyak terdapat gedung-gedung tua dari zaman kolonial Belanda, yang selalu jadi magnet bagi para wisatawan.
Mayoritas UMKM Bergerak di Bidang Kuliner
Sementara itu, Ketua Komisi III DPRD Kota Medan Afri Rizki Lubis mengatakan, selain punya ragam kuliner hasil dari akulturasi suku dan etnik, mayoritas pelaku UMKM di Kota Medan bergerak di bidang kuliner. "Mayoritas pelaku sektor UMKM di Medan bergerak di usaha makanan dan minuman yang menghadirkan berbagai varian rasa dan penyajian. Baik makanan dan minuman tradisional yang dijajakan di pinggir jalan, sampai ke cafe dan restoran," ungkap Rizki pada Senin (8/3).
(mdk/far)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya