Fans Garis Keras, Naik Sepeda dari Paris ke Qatar Dukung Prancis di Piala Dunia 2022

Ide ini muncul ketika mereka bersepeda ke Italia untuk pertandingan Nations League tahun lalu. Kini mereka berharap dapat menyelesaikan perjalanan panjang menjelang pertandingan pembukaan Prancis melawan Australia pada 22 November di Piala Dunia 2022

Eko Prasetya
Oleh Eko Prasetya - Reporter
Fans Garis Keras, Naik Sepeda dari Paris ke Qatar Dukung Prancis di Piala Dunia 2022
Naik sepeda dari Paris ke Doha nonton Piala Dunia 2022. ©2022 REUTERS

Dua penggemar sepak bola Prancis bersepeda dari Paris ke Doha untuk mendukung negaranya di Piala Dunia 2022 Qatar yang dimulai bulan depan. Mereka adalah Mehdi Balamissa dan Gabriel Martin.

Mehdi Balamissa merupakan pembuat film dokumenter dan Gabriel Martin seorang produser TV. Mereka berangkat dari Stade de France pada 20 Agustus dan telah menempuh jarak sekitar 5.000 kilometer dengan sepeda.

Ide ini muncul ketika mereka bersepeda ke Italia untuk pertandingan Nations League tahun lalu. Kini mereka berharap dapat menyelesaikan perjalanan panjang menjelang pertandingan pembukaan Prancis melawan Australia pada 22 November di Piala Dunia 2022.

"Dengan perjalanan ini kami dapat mempromosikan mobilitas yang berkelanjutan, cara perjalanan lain dan kami dapat menunjukkan kepada orang-orang bahwa dengan kaki Anda dapat memberi Anda begitu banyak petualangan di sekitar tempat Anda atau mungkin lebih jauh," kata Balamissa yang berusia 26 itu, dilansir Reuters, Kamis (20/10).

Mereka menempuh jarak 120 km sehari dan tiba di Yordania minggu ini. Selanjutnya mereka akan melintasi Arab Saudi sebelum mencapai Doha.

Martin mengatakan bahwa mengatasi medan yang berbeda dalam perjalanan panjang tiga bulan tersebut adalah tugas berat.

"Tantangan utama adalah untuk menempuh jarak yang sangat jauh. Kadang datar tapi kadang menanjak," katanya.

Prancis, yang tergabung dalam Grup D, juga akan menghadapi Denmark dan Tunisia.

"Gabriel dan saya, kami tidak akan berada di atas sepeda kami saat ini di Yordania jika kami tidak berpikir bahwa Prancis akan memenangkan Piala Dunia," tambah Balamissa.

Sebelumnya ada juga kisah Abdullah Alsulmi sedang berjalan kaki dari Jeddah ke Doha untuk menghadiri pertandingan pembukaan Arab Saudi melawan Argentina pada Piala Dunia 2022 di Qatar. Ide Alsulmi muncul awal tahun ini ketika sedang menonton acara televisi di mana seorang pejabat senior Qatar menjanjikan pengalaman 'luar biasa' di Piala Dunia mendatang.

"Saya akan pergi ke Doha apa pun yang terjadi, bahkan jika saya harus berjalan kaki!," begitu pemikiran Alsulmi kala itu, dilansir Al Jazeera, Jumat (7/10).

Beberapa kerabat Alsulmi menyatakan perjalanan itu adalah sesuatu yang 'gila'. Bayangkan sendirian jalan kaki dua bulan menempuh 1.600 kilometer (1.000 mil) dari tempat asalnya Jeddah ke ibu kota Qatar.

Alsulmi mengatakan perjalanan itu didokumentasikan untuk ribuan pengikut Snapchat-nya. "Kami ingin mendukung Piala Dunia," kata Alsulmi pekan lalu saat dia berlindung dari matahari tengah hari di dekat semak-semak pinggir jalan di kota al-Khasrah, 340 kilometer barat daya Riyadh.

Alsulmi yang memiliki pengalaman dengan perjalanan panjang di Kanada dan Australia mengatakan, perjalanan di dua negara tersebut namun itu tidak seberapa dibandingkan dengan kerasnya melintasi Semenanjung Arab.

Dia biasanya berangkat saat matahari terbit dan berjalan hingga pukul 10 atau 10:30, tetapi kemudian panas memaksanya untuk istirahat selama beberapa jam sebelum melanjutkan di sore hari dan berlanjut hingga matahari terbenam.

Sesekali ia berjalan di malam hari untuk mempertahankan tujuannya sekitar 35 kilometer per hari.
Untuk meringankan bebannya, Alsulmi hidup dari makanan yang bisa dia beli di pom bensin, seringkali ayam dan nasi, sambil mandi dan mencuci pakaiannya di masjid.

Rekomendasi