Memotong tali pusar terlalu cepat bahayakan kesehatan bayi?

    Reporter : Kun Sila Ananda | Selasa, 30 April 2013 13:34

    Memotong tali pusar terlalu cepat bahayakan kesehatan bayi?
    Ilustrasi bayi menangis. ©Shutterstock.com/06photo

    Merdeka.com - Memotong tali pusar bayi terlalu cepat diketahui bisa berakibat negatif bagi bayi. Para ahli menjelaskan bahwa memotong tali pusar terlalu cepat setelah bayi lahir bisa membuat bayi berisiko kekurangan zat besi.

    Padahal hingga saat ini memotong pusar bayi segera setelah dilahirkan telah menjadi prosedur dasar yang dilakukan oleh para ahli medis. Prosedur yang ada saat ini berdasarkan kesepakatan yang dibuat pada tahun 2007 ketika para ahli menyetujui bahwa memotong tali pusar segera adalah pilihan terbaik. Namun profesional dan para ahli menjelaskan perlunya perubahan dalam prosedur tersebut.

    Sebuah penelitian yang dilakukan oleh Royal College of Obstetricians and Gynaecologists (RCOG) yang diterbitkan pada tahun 2009 menjelaskan bahwa bayi yang tali pusarnya dipotong sesegera mungkin saat lahir memiliki risiko kekurangan zat besi hingga berusia enam bulan.

    Zat besi diketahui sangat penting bagi awal perkembangan otak bayi. Kekurangan zat besi bisa berakibat buruk, terutama menyebabkan masalah perkembangan otak pada bayi.

    Membiarkan tali pusar tetap tersambung selama beberapa menit memberikan kesempatan darah untuk masuk ke tubuh bayi. Beberapa ahli menyarankan untuk menunggu hingga tali pusat berhenti bekerja secara alami, sekitar dua sampai lima menit setelah kelahiran. Saat ini, beberapa rumah sakit di Amerika Serikat telah mulai mengubah kebiasaan tersebut.

    "Penelitian menunjukkan bahwa menunda memotong tali pusar bayi minimal 30 detik bisa bermanfaat bagi bayi untuk mencegah terjadinya anemia. Ini memberikan kesempatan untuk darah agar bisa masuk ke tubuh bayi, terutama pada kasus bayi yang lahir prematur," ungkap juru bicara RCOG, seperti dilansir oleh BBC (26/04).

    Belinda Phipps, eksekutif dari National Childbirth Trust (NCT) menjelaskan bahwa ketika bayi lahir, sepertiga darah mereka masih ada dalam plasenta. Memotong plasenta terlalu cepat bisa menyebabkan bayi kehilangan darah dan menderita kurang darah di kemudian hari.

    [kun]

    Komentar Anda


    Suka artikel ini ?
    Kunjungi portal hao123 untuk akses internet aman dan nyaman


    JANGAN LEWATKAN BERITA
    Follow tag merdeka.com akan membantu untuk mendapatkan berita yang sesuai preferensi Anda. Misal Anda suka berita Anas Urbaningrum, masukkan email dan Anda hanya akan menerima berita seputar Anas Urbaningrum.

    Let's be smart, read the news in a new way.
    Tutup
    Kirim ke teman Kirim copy ke email saya
    Kirim ke

    Free Content

    • URL Blog

    • Contoh : merdeka.wordpress.com

    • Email

    • Password


    saya setuju menggunakan konten merdeka.com dan mengetahui bahwa merdeka.com tidak menyimpan informasi login saya






    Be Smart, Read More
    Back to the top
    Today #mTAG
    LATEST UPDATE
  • Polda Metro bentuk satgas anti-copet jelang arus mudik lebaran
  • Ketua DPR minta Bappenas & Kemenkeu bantu TNI revitalisasi alutsista
  • Jadi primadona investor, Jabodetabek banyak gangguan investasi
  • Pemerintah RI pulangkan 564 WNI tinggal tanpa izin di Oman
  • Fantastic Fruit, smoothie sehat untuk teman buka puasa!
  • Ahok: Masa PNS cuma gosok batu akik dikasih jabatan, stafkan saja
  • Kontainer timbun daging busuk mangkal dekat rumah Gubernur Jabar
  • Kisah budak Rasulullah berkulit hitam yang dipanggil ibu
  • Tangan anak 12 tahun luka parah, diduga digergaji ibu kandung
  • Sering mual setelah makan? Ternyata ini 7 penyebabnya!
  • SHOW MORE