YLBHI: Jokowi Hanya Minta Menteri Tidak Bersuara, Belum Tegas Tolak Penundaan Pemilu

Isnur menilai, pernyataan Jokowi bisa saja berubah di tengah jalan. Dia mencontohkan ketika Jokowi masih menjadi gubernur DKI Jakarta. Jokowi mengaku tidak ingin menjadi presiden. Begitu juga pernyataan Jokowi ingin memperkuat KPK.

Ahda Bayhaqi
Oleh Ahda Bayhaqi - Reporter
YLBHI: Jokowi Hanya Minta Menteri Tidak Bersuara, Belum Tegas Tolak Penundaan Pemilu
jokowi. ©2022 Merdeka.com/rustam biro pers

Ketua Umum Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) Muhammad Isnur menilai pernyataan Presiden Joko Widodo mengenai Pemilu 2024 masih bersayap. Belum benar-benar menolak wacana perpanjangan masa jabatan presiden.

"Statemennya hanya minta menterinya tidak bersuara," ujar Isnur dalam konferensi pers secara daring, Minggu (10/4).

"Tapi tidak tegas dia menyatakan tidak bersedia, menolak atau dengan tegas menyatakan bahwa ini berbahaya dan ini bertentangan dengan konstitusi," jelasnya.

Isnur mengakui, Jokowi sudah menegaskan sikapnya menghormati konstitusi. Tetapi ada gerakan di bawahnya yang bergerak dan mendorong perubahan konstitusi. Seperti dorongan oleh lembaga dan partai di parlemen yang menginginkan perubahan konstitusi.

"Jadi ada tafsir di sana harus dilihat ketika berlangsung rencana-rencana itu menjadi dilegitimasi," ujar Isnur.

Isnur menilai, pernyataan Jokowi bisa saja berubah di tengah jalan. Dia mencontohkan ketika Jokowi masih menjadi gubernur DKI Jakarta. Jokowi mengaku tidak ingin menjadi presiden. Begitu juga pernyataan Jokowi ingin memperkuat KPK.

"Kita patut bertanya dan menduga apakah pernyataan ini menjadi konsisten jadi kemudian kemudian YLBHI dan LBH penting bersuara mewakili atau menyatakan kegelisahan yang ada di masyarakat," ujar Isnur.

Jokowi Marahi menteri

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegur para pembantunya agar fokus kerja. Tidak lagi mengurusi isu penundaan pemilu dan perpanjangan masa jabatan.

"Fokus kepada bekerja dalam penanganan kesulitan-kesulitan yang kita hadapi. Jangan sampai ada lagi yang menyuarakan lagi mengenai urusan penundaan, urusan perpanjangan, enggak," kata Jokowi saat Sidang Kabinet Paripurna yang disiarkan dalam saluran YouTube Sekretariat Presiden, Rabu (6/4).

Dia menegaskan kembali, pada situasi saat ini seluruh jajaran menteri harus fokus bekerja. Menyampaikan langkah-langkah yang sudah diambil kepada masyarakat.

"Sekali lagi jelaskan situasi global yang sedang sangat sulit. Sampaikan dengan bahasa rakyat dan langkah-langkah yang sudah diambil pemerintah apa dalam menghadapi krisis dan kenaikan inflasi dan jangan menimbulkan polemik di masyarakat," bebernya.

Rekomendasi