Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Timses Jokowi nilai tak pantas ada air zamzam #2019GantiPresiden

Timses Jokowi nilai tak pantas ada air zamzam #2019GantiPresiden Hasto Kristiyanto. ©Liputan6.com/Putu Merta Surya Putra

Merdeka.com - Sekretaris Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf Amin, Hasto Kristiyanto menanggapi, adanya kabar air zam-zam berisi label ganti Presiden 2019. Jika memang benar, dia menilai, hal tersebut kurang pantas.

Untuk diketahui, beredar foto pembagian air zam-zam beraroma politis di media sosial. Pada Foto tersebut terlihat aktivitas pembagian kemasan air zam-zam berukuran 5 liter yang bertuliskan #2019gantipresiden.

"Ya itu kita melihat mana yang pantas dan mana yang tidak pantas. Bagi kami itu suatu hal yang kurang pantas," kata Hasto di Posko Cemara, Jakarta, Jumat (31/8).

Sekjen PDIP ini menuturkan, TKN Jokowi-Ma'ruf telah memberikan imbauan, bahwa momen Jokowi bersama Prabowo adalah langkah untuk kedamaian dan positif.

"Kami telah mengambil himbauan, bahwa dengan pertemuan antara pemimpin nasional kita, Pak Jokowi bertemu dengan Pak Prabowo dan berpelukan bersama, saya pikir ini merupakan awal yang sangat baik. Agar kita menampilkan hal yang positif terkait dengan apa yang terbaik bagi rakyat, bagi bangsa, dan negara. Melalui Kampanye Presiden itu," ungkapnya.

Hasto mengingatkan agar tidak bersaing secara habis-habisan, sampai ibadah haji ditumpangi. Dan dia meminta, agar nantinya berkampanye menyampaikan gagasan. Bukan untuk memecah-belah bangsa.

"Kami mempelopori kampanye yang berkeadaban, kampanye yang menyampaikan gagasan. Bukan kampanye yang menghabisi yang memecah belah bangsa kita. Itu bukan sikap yang ditunjukkan kepemimpinan Jokowi-Ma'ruf," pungkasnya.

Diketahui Sejumlah foto bergambar pembagian air zam-zam beraroma politis beredar di media sosial. Pada Foto tersebut terlihat aktivitas pembagian kemasan air zam-zam berukuran 5 liter yang bertuliskan #2019gantipresiden.

Foto-foto zamzam #2019gantipresiden tersebut menyebar ke grup WhatsApp Media Center Haji (MCH) dan berbagai media sosial di Tanah Air. Beberapa petugas haji yang dikonfirmasi mengatakan, peristiwa tersebut kemungkinan terjadi di Bandara King Abdulaziz, Jeddah.

Reporter: Putu Merta SuryaSumber: Liputan6.com

(mdk/fik)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP