Menteri Sosial Salim Segaf Al-Jufri menilai pemilihan kepala daerah langsung tak selalu menghasilkan kepala daerah yang baik. Salim mengingatkan sisi negatif dari sistem pilkada langsung."Selama sepuluh tahun ini (pilkada langsung), plus-minusnya ada. Minusnya ada 320 (kepala daerah jadi) tersangka, permainan uang dahsyat juga," katanya usai menjadi pembicara utama pada kuliah umum mahasiswa baru di Universitas Sultan Agung (Unisula) Kota Semarang, Jawa Tengah, Jumat (12/9)."Jangan menafikkan itu (sisi negatif pilkada langsung), tapi yang sukses juga ada," tambahnya.Salim menjelaskan jangan sampai ada yang berpikir sesuatu yang sudah ada tidak bisa diubah-ubah. Dia meminta harus dipikirkan plus-minus dalam pelaksanaannya."Menurut saya, kita jangan hanya berpikir untuk kelompok, semata-mata ego daerah, suku, partai, atau apa pun. Akan tetapi, apa yang terbaik untuk bangsa ini," tegasnya.Salim mengatakan seluruh pihak harus menghormati dan legowo dengan apa yang nanti akan diputuskan DPR berkaitan dengan RUU pilkada, baik tetap pilkada langsung atau menjadi dipilih DPRD."Kalau itu pilihan DPR ya kita harus legowo dalam sistem demokrasi. Kalau pilihannya (pilkada) tidak langsung, ya diuji coba lima tahun kan enggak lama. Berhasil enggak itu?," katanya.Salim mengatakan kedua sistem pilkada, apakah pilkada langsung maupun tidak langsung bisa menjadi pilihan, asalkan pertimbangannya untuk kepentingan Indonesia yang lebih baik ke depan.
Salim: Pilkada langsung minusnya 320 kepala daerah tersangka
"Menurut saya, kita jangan hanya berpikir untuk kelompok, semata-mata ego daerah, suku, partai," kata Salim.
Rekomendasi