Ruhut ke Demokrat: Pecat saja kalau berani, kok enggak dipecat-pecat

Ruhut ke Demokrat: Pecat saja kalau berani, kok enggak dipecat-pecat. Kisruh elite Partai Demokrat dan Ruhut Sitompul belum usai. Perbedaan sikap Ruhut yang lebih memilih mendukung pasangan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)-Djarot Saiful Hidayat menjadi pemicu konflik.

Raynaldo Ghiffari Lubabah
Ruhut ke Demokrat: Pecat saja kalau berani, kok enggak dipecat-pecat
Ruhut Sitompul. ©2016 Merdeka.com/Raynaldo Ghifarri Lubabah

Kisruh elite Partai Demokrat dan Ruhut Sitompul belum usai. Perbedaan sikap Ruhut yang lebih memilih mendukung pasangan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)-Djarot Saiful Hidayat menjadi pemicu konflik.Sikap Ruhut berbeda dengan keputusan partai yang mengusung Agus Harimurti-Slyviana Murni. Teranyar, Ruhut diminta mundur seperti yang dilakukan Boy Sadikin di PDIP.Boy memutuskan keluar karena beda sikap dengan PDIP yang mengusung Ahok-Djarot. Menanggapi hal ini, Ruhut tampaknya tak bergeming.Ruhut menilai kasus beda sikapnya dengan Boy tidak bisa disamakan. Dia menganggap alasan Boy mundur lantaran sakit hati PDIP enggan mencalonkan dirinya sebagai cagub DKI."Dia mau cagub, Ibu Mega partainya dukung saya, ikut aku dukung Ahok. Ya sakit hati dong. Emang gua pernah cagub. Yang ngomong gitu artinya telmi (telat mikir) dong. Masa gua mau disamain kayak Boy Sadikin," kata Ruhut saat dihubungi merdeka.com, Selasa (4/10)."Itu urusan dia sama partainya. Sedangkan aku dan Demokrat bukan partaiku yang pertama tapi partaiku yang terakhir," sambung dia.Anggota Komisi III DPR ini menantang elite Demokrat untuk memecatnya ketimbang meminta mundur dari partai."Kalau berani pecat jangan suruh mundur jangan suruh keluar dari partai. Pecat saja, kalau berani, kok enggak dipecat-pecat," tegasnya.

Rekomendasi