Cucu proklamator Mohammad Hatta, Gustika Jusuf-Hatta terusik saat Bung Hatta disamakan dengan cawapres Sandiaga Uno oleh jubir capres-cawapres nomor urut 02 ini. Kemarahan keluarga bung Hatta ini akibat video berdurasi 2 menit 11 detik yang diunggah di dalam laman Twitter Wasekjen PAN yang juga jubir Prabowo-Sandiaga, Faldo Maldini.
Dalam video itu Dahnil Anzar Simanjuntak, Koordinator Jubir Prabowo-Sandi menyampaikan bahwa sosok Prabowo-Sandiaga seperti duet sosok Bung Karno dan Bung Hatta. "Mereka seperti bagian baru dari model Bung Karno dan Bung Hatta. Pak Prabowo itu seperti kombinasi Bung Karno dan Jenderal Soedirman. Sedangkan Bang Sandi adalah bagian baru dari Bung Hatta," ucap Dahnil.
Pernyataan cucu Bung Hatta ini langsung direspons oleh kubu Prabowo-Sandi. Berikut ini ragam reaksi kubu Prabowo saat cucu Bung Hatta tak terima kakeknya disamakan dengan Sandi:
Advertisement
Dahnil Anzar Simanjuntak akhirnya angkat bicara soal cucu Bung Hatta yang tidak terima kakeknya disamakan dengan Sandiaga Uno. Menurut Dahnil, ia tak bermaksud menyamakan Sandiaga dengan Bung Hatta.
"Pada prinsipnya bukan kami ingin mempersamakan Bung Hatta dan Bang Sandi, itu keliru, yang betul adalah bagaimana caranya Bang Sandi itu bisa tiru Bung Hatta. Kenapa Bung Hatta, karena sejak awal Bang Sandi ingin belajar banyak dan meneladani konsepsi pemikiran ekonomi Bung Hatta. Jadi semangat Bung Hatta itu harus jadi role model bagi kepemimpinan di masa akan datang," Kata Dannil.
Advertisement
Juru bicara Prabowo-Sandi Gamal Albinsaid juga bereaksi saat cucu Bung Hatta yang tidak terima kakeknya disamakan dengan Sandi. Gamal mengatakan dirinya ingin bertemu langsung dengan Gustika Jusuf Hatta untuk menjelaskan maksud dan tujuan dari video tersebut.
Selain bersilaturahmi dengan Gustika, Gamal juga ingin berdiskusi dengan Gustika terkait pemikiran-pemikaran dari Bung Hatta terlebih terkait bidang ekonomi. "Saya ingin bersilaturahmi dengan mba Gustika Jusuf-Hatta untuk belajar langsung soal falsafah ekonomi Bung Hatta. Saya yakin sebagai seorang cucu, banyak yang beliau sudah pelajari secara langsung dan tidak langsung terkait gagasan ekonomi Bung Hatta," jelasnya.
Advertisement
Wakil Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Yandri Susanto mengatakan kritikan Gustika Jusuf-Hatta bisa jadi masukan untuk pasangan Prabowo-Sandi. Jika ingin seperti Soekarno dan Hatta maka pasangan ini harus bersungguh-sungguh.
"Itu juga sebagai saran kepada Sandi dari cucu Bung Hatta supaya sungguh-sungguh kalau mau ngaku seperti Bung Hatta ya harus betul-betul sungguh-sungguh. Saya kira bagus itu sarannya," kata Yandri.
Advertisement
Tak terima kakenya disamakan dengan Sandi, Gustika langsung memprotes hal tersebut di media sosial pribadinya twitter. "Tidak kenal dengan Bung Hatta tidak usah mengibaratkan sebagai Bung Hatta. Tidak elok menggunakan nama beliau (dan Eyang Karno) demi kepentingan politik. I'm so done, setiap pilpres nama beliau digadai-gadai. it's getting old @Dahnilanzar," tulis Gustika.
Gustika mengungkapkan alasan Sandiaga tak bisa diibaratkan Hatta. Hatta, lanjut dia, selalu mengeluarkan statemen dengan data terbaru dan tidak asal bunyi (asbun). Dia menilai Sandiaga seharusnya belajar dari Menteri Susi terkait kebijakan perikanan. Namun dia menegaskan, ketidaksetujuan atas pengibaratkan itu juga berlaku pada pasangan cawapres nomor urut 01, Ma'ruf Amin.
"Untuk memperjelas, ini berlaku ke semua belah pihak ya. MISALNYA Ma'ruf disamakan sama Bung Hatta (karena Hatta turunan ulama tarekat) ya juga salah. Untung TIDAK terjadi sih. Dan by the way, pilpres lalu Hatta Rajasa tiba-tiba dipanggil 'Bung Hatta', sekarang gantian. Kan.........," tegas dia.