PSI Perkirakan Prabowo Hanya Umbar Retorika Pesimisme dan Ketakutan Saat Debat

"Padahal dia sedang menipu publik bahwa kerusakan Indonesia justru terjadi pada masa Soeharto, berkuasa. Dan, Pak Prabowo menyokong kekuasaan yang penuh korupsi, kolusi dan Nepotisme (KKN) itu," sindir Grace.

Rita
Oleh Rita - Reporter
PSI Perkirakan Prabowo Hanya Umbar Retorika Pesimisme dan Ketakutan Saat Debat
Grace Natalie. ©2018 Merdeka.com/Kadafi

Dua pasangan capres-cawapres akan mengikuti debat perdana pada 17 April besok. Jelang debat tersebut, Ketua Umum Partai Koalisi Indonesia Kerja diketahui berkumpul berkumpul dengan Presiden Jokowi.

"Pertemuan malam kemarin berjalan dengan sersan, serius tapi santai. Pak Jokowi memberikan pemaparan dan arahan serta mengevaluasi perjalanan kampanye beberapa bulan terakhir ini. Para ketua umum memberikan masukan dan arahan bagaimana kampanye yang efektif dan produktif hendaknya dilakukan," ucap Ketua Umum PSI Grace Natalie kepada Liputan6.com, Rabu (16/1).

Dia menegaskan, dari pemaparan Jokowi dan juga masukan dari para ketua umum, semakin yakin capres nomor urut 01 akan unggul di debat pertama nanti.

"Debat sejatinya tidak hanya perang retorika dan silat kata-kata. Tapi sampai sejauh mana capres mengerti isi dan substansi masalah dan solusi kongkret menyelesaikannya," jelas Grace.

Menurutnya, di sinilah keunggulan Jokowi yang telah berpengalaman dan sudah terbukti menjadi pelayan rakyat yang baik sejak menjadi Wali Kota di Solo, gubernur di Jakarta dan presiden pada periode pertama. Berbeda dengan yang lainnya.

"Sementara Pak Prabowo dipastikan akan mengumbar retorika pesimisme dan ketakutan yang seolah-olah dia akan menjadi pahlawan penyelamat bangsa ini. Padahal dia sedang menipu publik bahwa kerusakan Indonesia justru terjadi pada masa Soeharto, berkuasa. Dan, Pak Prabowo menyokong kekuasaan yang penuh korupsi, kolusi dan Nepotisme (KKN) itu," pungkasnya.

Reporter: Putu Merta Surya Putra
Sumber: Liputan6.com

Halaman
Rekomendasi