Politikus PDIP sebut situs Islam yang diblokir mau pecah belah agama
Merdeka.com - Sejumlah pihak menuding langkah pemerintah memblokir 22 situs Islam yang diduga sebarkan paham radikal sebagai upaya pengalihan isu dari beberapa kebijakan yang tak memihak rakyat. Politikus PDIP Masinton Pasaribu membantah jika langkah pemblokiran 22 situs tersebut untuk upaya pengalihan isu.
Menurutnya, situs-situs yang sudah diblokir itu memang pantas diblokir karena sudah mengancam dasar-dasar negara dan ingin merubah ideologi bangsa. "Karena (situs) itu menghasut merubah ideologi negara dan mencoba menghasut memecah antar agama. Pemerintah tegas dengan memblokir. Pemerintah harus mengambil sikap," kata Masinton di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (31/3).
Namun, Anggota Komisi III DPR ini meminta Menkominfo selaku pihak yang telah memblokir untuk lebih ketat mengambil keputusan dalam hal pemblokiran situs. Sebab, nantinya akan ada kesan islamophobia karena hanya situs-situs yang mengatasnamakan islam yang diblokir.
"Menkominfo harus selektif kan ada juga situs yang menyebarkan dakwah yang baik," tuntasnya.
(mdk/eko)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya