Nusron usul gandeng Dedi Mulyadi jadi wakil, Emil jawab 'tidak sesederhana itu

Nusron mengusulkan jika ingin kembali didukung Golkar, maka Ridwan Kamil harus gandeng Dedi Mulyadi jadi wakilnya.

Dian Rosadi
Oleh Dian Rosadi - Reporter
Nusron usul gandeng Dedi Mulyadi jadi wakil, Emil jawab 'tidak sesederhana itu
Ridwan Kamil. ©2017 Merdeka.com/dian rosadi

Koordinator Bidang Pemenangan Pemilu Wilayah I Partai Golkar, Nusron Wahid melemparkan opsi partainya untuk mengusung kembali Ridwan Kamil (Emil) sebagai calon gubernur Jawa Barat.

Nusron mengusulkan syarat jika Ridwan Kamil mau kembali diusung Golkar, yakni memilih Dedi Mulyadi sebagai cawagubnya di Pilgub Jabar. Dia mengklaim usulan itu mendapat dukungan dari sejumlah kader Golkar.

Menanggapi usulan Nusron tersebut, Ridwan Kamil mengaku belum bisa berkomentar jauh. Sebab, dirinya belum kembali berkomunikasi dengan Partai Golkar usai keluarnya SK pencabutan dukungan terhadap dirinya sebagai bakal calon Gubernur Jawa Barat.

"Ya saya itu belum mendapat komunikasi, jadi belum bisa berkomentar. Kan sejak dicabut dukungan, Saya sudah menerima apapun keputusannya. Kalaupun ada berita terbaru saya akan komunikasi dulu," ujar Emil kepada wartawan di Balai Kota Bandung, Jalan Wastukancana, Jumat (22/12).

Namun, saat disinggung lagi peluang kemungkinan dirinya untuk bersanding dengan Dedi Mulyadi di Pilgub Jabar, Emil menyebut peluang tersebut sangat kecil. Sebab saat ini, dirinya sendiri sedang dalam proses pemilihan wakil yang sudah masuk dalam tahap finalisasi bersama partai koalisi. Emil didukung oleh Partai NasDem, PKB dan PPP.

"Kan enggak sesederhana itu. Saya sudah punya koalisi yang kemarin waktu Golkar meninggalkan. Koalisi ini kan sudah finalisasi terkait koalisinya. Jadi bukan siap tidak siap kan. Setiap ada info baru, komunikasikan dulu baru bisa saya jawab," katanya.

Emil sendiri mengaku sempat bertemu dengan Dedi Mulyadi dalam acara dialog terbuka bertajuk 'Mencari Solusi Untuk Tantangan Jawa Barat 2018-2023', di Gedung Pusat Studi Jepang, Universitas Indonesia, Depok, Jawa Barat, Kamis (21/12) kemarin. Keduanya duduk berdampingan.

"Iya, kemarin ketemu Demul (Dedi Mulyadi) juga saya d UI," katanya.

Seperti diberitakan, Nusron menyebut alasan melempar usulan tersebut karena ingin Golkar mengusung kader di Pilgub Jabar, baik untuk posisi cagub atau cawagub. Hal ini diklaim sebagai upaya menyelamatkan marwah dan kewibawaan Golkar sebagai partai pemenang kedua di Jabar setelah PDIP.

Lebih lanjut, dia menjelaskan Golkar sebenarnya bukan tidak cocok dengan Emil. Dicabutnya dukungan karena Emil tidak kunjung menentukan wakilnya sampai batas waktu 25 November 2017. Awalnya, Golkar menawarkan nama Dedi menjadi cawagub Emil. Tawaran itu ditolak dan Emil lebih memilih maju bersama kader Golkar lain Daniel Mutaqien.

Rekomendasi