Ical tak mau Golkar dibilang sombong kalau tolak jatah menteri

Ical mengklaim partainya tidak pernah meminta jatah kursi menteri di Kabinet Kerja Jokowi-JK.

Intan Umbari Prihatin
Oleh Intan Umbari Prihatin - Reporter
Ical tak mau Golkar dibilang sombong kalau tolak jatah menteri
jokowi dan ical kunjungi pasar gembrong. ©2014 merdeka.com/imam buhori

Meski sudah menyatakan dukungan untuk pemerintah, Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie seolah masih malu-malu bicara soal jatah kursi menteri untuk Golkar.

Dia mengklaim, partainya tidak pernah meminta jatah kursi menteri di Kabinet Kerja Jokowi-JK. Namun Golkar tidak munafik jika nantinya ditawarkan jatah kursi menteri, akan disambut baik.

"Kalau diminta ya dikasih. Kalau tidak mau terima itu sombong," ujar Aburizal Bakrie atau akrab disapa Ical usai rapat pengurus pleno DPP Partai Golkar di Kantor DPP Partai Golkar, Jakarta, Kamis (7/4).

Ical mengaku sudah beberapa kali menggelar pertemuan dengan Presiden Joko Widodo. Namun, kata dia, dalam pertemuan itu tidak sama sekali berbicara mengenai kursi menteri untuk Golkar. "Pada saat bertemu pun Presiden tidak pernah bicarakan urusan menteri," tambahnya.

Urusan reshuffle kabinet kerja sepenuhnya wewenang Presiden Jokowi. "Reshuffle kabinet itu hak prerogatif Presiden Jokowi," tegasnya.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo menyatakan reshuffle kabinet merupakan hak prerogatifnya sehingga pihak lain tak perlu repot-repot memikirkan ihwal bongkar pasang kabinet. "Sekarang fokus kerja dulu," kata Jokowi usai menonton babak pertama Final Bhayangkara di Gelora Bung Karno, Jakarta, Minggu (3/4).

Jokowi menegaskan seluruh pihak jangan mencoba untuk mendorong dirinya melakukan bongkar pasang kabinet dan tak perlu mendikte kapan pelaksanaan pelantikan menteri baru dan siapa yang akan dicopot dari Kabinet Kerja.

"Tidak usah ada yang dorong-dorong, enggak usah, enggak usah ada yang dikte-dikte. Enggak usah ada intervensi apa lagi, enggak usah," tegasnya.

Rekomendasi