Heru hanya bisa pasrah jika Ahok & Djarot kembali 'rujuk' di Pilgub
Merdeka.com - Dalam politik tidak ada yang pasti, segala sesuatu bisa berubah seketika. Termasuk sikap politik menjelang Pemilihan Gubernur (Pilgub) DKI Jakarta. Saat ini beredar isu bakal calon petahana Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) bakal kembali berduet dengan wakilnya Djarot Saiful Hidayat dalam Pilgub DKI tahun depan. Apalagi keduanya kini semakin 'mesra' menjalankan roda pemerintahan di DKI Jakarta.
Ahok juga membeberkan adanya kesepakatan dengan Djarot bahwa mereka akan kembali rujuk bila target Teman Ahok mengumpulkan sejuta KTP dukungan tidak tercapai. Dari sini lah, Ahok disebut akan mengubah arah sikap politiknya kembali berjalan bersama Djarot melalui jalur partai.
Di saat Ahok dan Djarot semakin mesra, pasangan calon independen Ahok yakni Heru Budi Hartono justru mengeluh soal beratnya serangan politik yang diterimanya. Beredar rumor Heru berencana mundur dari pencalonannya di jalur independen bersama Ahok.
Heru tak mempermasalahkan jika Ahok dan Djarot semakin mesra. Dia juga tak mau ambil pusing bila nanti Ahok lebih memilih bersanding bersama mantan Wali kota Blitar untuk kembali merebut kursi DKI 1.
"Iya terserah, saya serahkan ke pak Gubernur (Ahok)," kata Heru saat dihubungi, Kamis (2/6).
Lebih lanjut, Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah ini akan bersikap legowo bila batal dipilih sebagai wakil Ahok. Dia menyerahkan sepenuhnya keputusan pada Ahok dan tidak terlalu berhasrat menjabat orang nomor dua di Ibu kota.
"Enggak mau komentar dulu ya. Diserahkan saja sama pak Ahok, saya kan cuma stafnya beliau," klaim Heru.
Sebelumnya, bakal calon petahana Basuki Tjahaja Purnama membantah adanya kesepakatan antara dirinya dengan Djarot Saiful Hidayat terkait persiapan Pilgub DKI 2017. Ternyata ada cerita di balik dipilihnya Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Heru Budi Hartonosebagai wakilnya.
Awalnya, Ahok ingin menggandeng Djarot sebagai pasangannya, namun lantaran belum mendapatkan restu dari Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri, Djarot tidak bisa memberikan jawaban. Sehingga, dipilih lah nama Heru dari kalangan PNS.
Dalam suatu pembicaraan, Ahok sempat bertaruh, apabila teman Ahok tidak berhasil mengumpulkan 1 juta dukungan untuk dirinya dan Heru, dia memutuskan akan maju bersama Djarot melalui PDIP.
"Enggak (ada kesepakatan), kan sejuta pasti kecapai dari mereka. Kecapai kok sama stok yang lama sampe 1 juta. Sekarang kan bukan itu isunya, isu yang sekarang kan kita enggak tahu apa. Pendaftaran masih lama Agustus," kata Ahok di Balai kota, Jakarta, Rabu (1/6).
Meski membantah, Ahok menyebut masih terbuka peluang dirinya kembali menggandeng mantan Wali kota Blitar itu. Ahok mengibaratkan kesempatannya mengajak Djarot maju lagi dalam Pilgub seperti sebuah perkawinan.
(mdk/noe)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya