Fahri Hamzah: Gara-gara penakut jadi bilang 'oh itu kewenangan KPK

Fahri: Gara-gara penakut jadi bilang 'oh itu kewenangan KPK'. Pencekalan Setnov oleh Ditjen Imigrasi dilakukan berdasarkan permintaan KPK. Fahri menegaskan, Menkum HAM Yasonna Laoly harus mengetahui ketentuan pencekalan berdasarkan UU Imigrasi bukan atas dasar permintaan KPK semata.

Raynaldo Ghiffari Lubabah
Fahri Hamzah: Gara-gara penakut jadi bilang 'oh itu kewenangan KPK
Fahri Hamzah. ©dpr.go.id

Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah mengatakan, pencekalan Setya Novanto untuk bepergian keluar negeri tidak bisa dibatalkan melalui jalur hukum. Hanya saja, pencekalan itu bisa ditolak apabila keputusan dari Ditjen Keimigrasian tidak memenuhi ketentuan. Ketentuan itu diatur dalam Pasal 94 undang-undang nomor 6 tahun 2011 tentang Imigrasi.DPR hanya bisa mendesak Menteri Hukum dan HAM Yasonna H Laoly untuk meninjau ulang ‎status pencekalan Setnov yang dikeluarkan Ditjen Imigrasi atas permintaan KPK."(Tidak ada langkah hukum) Tapi bisa ditolak. Pasal 94 UU Imigrasi itu boleh menolak," kata Fahri di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (13/4).Meski demikian, dalam pasal 96 dijelaskan bahwa setiap orang yang dikenai pencegahan dapat mengajukan keberatan kepada pejabat yang mengeluarkan keputusan pencegahan. Namun, pengajuan tersebut bisa dilakukan dengan jangka waktu tertentu. "Bisa ditolak. Pasal 96 UU imigrasi itu boleh menolak. Jadi salah orang mengatakan KPK mencekal. KPK tidak boleh mencekal. Tidak punya hak mencekal. Karena KPK tidak punya sistem untuk mencekal," tegasnya. Pencekalan Setnov oleh Ditjen Imigrasi dilakukan berdasarkan permintaan KPK. Fahri menegaskan, Menkum HAM Yasonna Laoly harus mengetahui ketentuan pencekalan berdasarkan UU Imigrasi bukan atas dasar permintaan KPK semata. "Pak Laoly, sebagai menteri, harus tahu dia, bahwa kewenangan itu ada di imigrasi, bukan di KPK. Meskipun kalian semua takut sama KPK, kewenangan (cekal) itu ada di imigrasi. Jangan kalian menjadi penakut semua, gara-gara penakut jadi bilang 'oh itu kewenangan KPK'. Ini negara mau diurus KPK semua?" pungkasnya.

Rekomendasi