Calon Wakil Presiden Ma'ruf Amin diangkat menjadi warga Mandailing Natal, yang diberikan langsung oleh Bupatinya, Dahlan Hasan Nasution.
Hal ini terjadi saat Ma'ruf mengakhiri safarinya di Sumatera Utara dengan menghadiri tabligh akbar di Mandailing Natal, Sumatera Utara.
"Tadi ayahanda (Ma'ruf) diulosi. Ulos ini adalah lambang tokoh-tokoh masyarakat. Dengan ulos ini makin lengkaplah ayahanda sebagai orang Mandailing Natal," kata Dahlan di Lapangan Pasir Putih Mandailing Natal, Sumut, Senin (11/3).
Menanggapi sebuah kehormatan itu, Ma'ruf tersanjung, apalagi hari ini tepat di miladnya yang ke-76 tahun, ia berterimakasih karena telah resmi menjadi warga kehormatan Mandailing Natal.
"Terima kasih Pak Bupati. Saya berterimakasih juga diangkat sebagai warga Mandailing Natal," ucap Ma'ruf disambut tepuk tangan ribuan warga yang hadir.
Dia pun mendoakan Mandailing Natal, agar selalu mendapatkan keberkahan dari Tuhan menjadi negeri yang baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur.
"Daerah yang makmur, amin, daerah yang subur amin. Rakyatnya aman dan tenteram penghasilannya cukup. Sehat, bugar, cerdas, pintar. Insya Allah. Mudah-mudahan doa kita diterima Allah SWT," tutur Ma'ruf.
Dalam kesempatan itu juga, dia meminta dukungan kepada belasan ribu warga yang hadir di Tabligh Akbar tersebut.
"Karena saya sudah jadi warga Madina, saya minta dukungan. Mau mendoakan apa tidak, mendukung apa tidak? Janji? Siap? Yakin? Pasti? Alhamdulillah," ungkap Ma'ruf.
Ingatkan Masyarakat
Dia pun juga menitip pesan dan meminta warga, khususnya di Mandailing Natal, agar menjaga persatuan selama pilpres. Ma'ruf juga mengimbau kepada masyarakat untuk memilih pemimpin yang dapat memajukan Indonesia.
"Jangan sampai pilpres dianggap perang Badar. Tidak betul itu. Pilpres itu mencari pemimpin terbaik. Terbaik yang bisa membangun, visioner. Menjaga agama, dan membangun dunia. Memakmurkan. Dua hal ini harus menjadi syarat pemimpin kita di Indonesia," jelas Ma'ruf.
Dia menegaskan, membangun Indonesia agar lebih maju adalah dengan cara saling pengertian. Karenanya, tidak saling goreng dalam pilpres ini.
"Bisa kita membangun negara ini dengan saling pengertian, jangan sampai membangun negara dengan salah pengertian. Tapi, janganlah salah, benar digoreng ke kanan dan di goreng ke kiri," pungkasnya.
Reporter: Putu Merta Surya Putra
Sumber: Liputan6.com