Anggota Dewan Pers, Made Ray Karuna Wijaya menilai, informasi yang disuguhkan media televisi masih paling efektif dalam pemberitaan pilpres. Namun dia menyayangkan beberapa pemilik stasiun televisi swasta nasional memiliki kedekatan dengan partai politik dan elite politik tertentu.
"Ironisnya lagi pemilik stasiun televisi tidak memiliki kepedulian akan pentingnya independensi 'news room' karena lebih berpihak pada pasar, lemahnya kompetensi jurnalis, dan kurangnya pemahaman jurnalis akan peraturan pemilu," kata Made Ray di Denpasar, seperti dilansir Antara, Kamis (19/6).
Dia juga mengingatkan pengelola media penyiaran, seperti radio dan televisi, agar tidak menonjolkan keberpihakan kepada salah satu pasangan capres dan cawapres. Sebab, frekuensi yang dipergunakan adalah milik publik.
Terkait kasus tabloid Obor Rakyat, Dewan Pers sudah mengirimkan surat kepada pihak kepolisian untuk menindak secara hukum sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku. Sebab, isi pemberitaan tabloid tersebut bukan bagian dari kegiatan dan produk jurnalistik.
Seperti diketahui, sejumlah pemilik televisi swasta nasional adalah elite parpol dan timses salah satu capres. Sebut saja tvOne yang dimiliki Ketua Umum Golkar sekaligus pendukung Prabowo - Hatta, Aburizal Bakrie (Ical); MNC Grup yang dimiliki politikus Hanura sekaligus pendukung Prabowo - Hatta, Hary Tanoesoedibjo; dan Metro TV yang dimiliki Ketua Umum NasDem sekaligus pendukung Jokowi - JK, Surya Paloh.