Terpidana kasus Hambalang Anas Urbaningrum berencana membawa gerbong loyalisnya di Partai Demokrat ke Partai Hanura. Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat Agus Hermanto menegaskan, loyalis Anas sudah tidak ada di kepemimpinan Susilo Bambang Yudhoyono. "Kami yakini seperti itu. Karena memang Pak Anas kan sedang juga melakukan melaksanakan daripada putusan hukumnya dan juga tidak mungkin bisa berpolitik lagi. Sehingga hal-hal yang menuju ke arah dalam hal ini untuk mempengaruhi daripada Partai Demokrat tentunya tidak ada untuk menuju arah ke sana," kata Agus di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (27/12).Di bawah kepemimpinan Oesman Sapta Odang, Hanura menargetkan masuk 3 besar partai pemenang Pemilu 2019. Agus mengatakan, pihaknya tetap yakin konstituen dan massa pendukungnya tidak akan pindah ke Hanura. "Demokrat tentu tetap konsisten bahwa Demokrat sebagai partai penyeimbang dan kami yakini bahwa konstituen konstituen Demokrat tetap kepada Demokrat. Walaupun kemarin memang di 2014 ada penurunan, Insya Allah ke depan dengan kiprah Demokrat selama ini," jelasnya. "Saya melihat bahwa perhatiannya kepada masyarakat dan tanggapan dari masyarakat yang disampaikan kepada kami dari Demokrat itu cukup positif," sambung Agus. Sebelumnya, terpilihnya Oesman Sapta Odang (OSO) sebagai Ketua Umum Partai Hanura baru membawa angin segar bagi internal partai itu. Partai Hanura dipastikan mendapat suntikan tenaga baru dari 34 anggota DPD. 34 anggota DPD menyatakan siap membantu di Hanura. Selain anggota DPD, sejumlah loyalis mantan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum pun tertarik merapat, salah satunya senator asal Bali, I Gede Pasek Suardika. Pasek mengaku tengah menggalang para loyalis Anas baik yang masih bertahan di Demokrat atau non-partai. "Bukan, jadi kita jaringan AU (Anas Urbaningrum) itu baik yang ada di Demokrat atau yang sudah keluar dari Demokrat memang akan semakin kita galang. Karena permintaan Mas Anas begitu kalau bisa satu perahu," kata Pasek saat dihubungi, Jumat (23/12).Seperti diketahui, Anas Urbaningrum terjerat kasus korupsi proyek Hambalang. Atas kasus ini, MA memutus Anas divonis 14 tahun dan hak politiknya dicabut.
Demokrat: Anas Urbaningrum tidak mungkin bisa berpolitik lagi
Demokrat: Anas Urbaningrum tidak mungkin bisa berpolitik lagi. Terpidana kasus Hambalang Anas Urbaningrum berencana membawa gerbong loyalisnya di Partai Demokrat ke Partai Hanura. Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat Agus Hermanto menegaskan, loyalis Anas sudah tidak ada di kepemimpinan SBY.
Rekomendasi