Debat pamungkas, KPU Jabar tuntut paslon beri pujian ke lawan
Merdeka.com - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jawa Barat menerapkan aturan baru dalam debat terakhir yang akan digelar pada 22 Juni. Aturan baru tersebut yaitu setiap pasangan calon (paslon) harus memuji atau menyampaikan hal baik kepada lawannya.
Hal itu disampaikan Kabag Hukum, Teknis, dan Hubungan Partisipasi Masyarakat KPU Jabar, Teppy Darmawan usai rapat persiapan debat publik ketiga Paslon Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat di Aula Setia Permana Jl Garut, Bandung, Rabu (20/6).
"Terkait konten acara, seluruh Paslon dituntut menyampaikan satu kata baik pada Paslon lainnya," katanya.
Hal itu sebagai upaya mendorong terwujudnya Pilkada damai sekaligus untuk menghindari kontroversi seperti pada debat publik kedua di Universitas Indonesia, Depok bulan lalu.
Kebijakan ini ia katakan sudah diputuskan bersama seluruh pihak termasuk tim kreatif dari stasiun televisi penyelenggara.
Acara debat yang rencananya dihelat di Grand Ballroom Sudirman Convention Centre Jalan Sudirman Kota Bandung, pada Jumat(22/6) mendatang tersebut akan dijaga oleh 1.524 personel gabungan Polri dan TNI.
Adapun tema yang diangkat adalah 'Pembangunan Manusia yang Berkualitas untuk Mempercepat Kemajuan Jawa Barat'. Hal itu meliputi beberapa kajian, di antaranya revitalisasi budaya Jawa Barat, pembangunan manusia dalam mempercepat kemajuan Jawa Barat dan pembangunan manusia berbasis keadilan gender dalam mempercepat kemajuan Jawa Barat.
TB Hasanuddin kritisi durasi debat
Calon gubernur Jawa Barat nomor urut dua, TB Hasanuddin meminta penyelenggara debat kandidat memberikan tambahan waktu untuk pasangan calon ketika memberikan penjelasan sebuah isu.
Selama ini, ia menilai waktu yang diberikan panitia penyelenggara sangat singkat. Hal itu bertolak belakang dengan tujuan diadakannya debat kandidat untuk masyarakat.
Menurut dia, debat publik digelar untuk menyampaikan visi, misi dan program masing-masing kandidat sebagai pedoman atau acuan pembangunan di masa mendatang.
Selain itu, debat publik merupakan internalisasi pendidikan politik, selain mengenalkan calon kepada masyarakat.
Namun, karena alokasi waktu tidak maksimal, kandidat seringkali kesulitan untuk memaparkan materi secara sempurna.
"Kalau hanya satu menit, baru prolog saja sudah habis. Bagaimana disuruh menjelaskan untuk keperluan masyarakat Jawa Barat dalam waktu satu menit," katanya di DPD PDI Perjuangan Jawa Barat, Jalan Pelajar Pejuang 45 Bandung, Rabu (20/6).
"Paling tidak, grand design tuh lima menit atau 10 menit lah," ia menambahkan.
Lebih lanjut, TB Hasanuddin mengaku tak mempersiapkan secara khusus debat publik ketiga Pilgub Jawa Barat. Pasalnya, setiap tema yang disuguhkan merupakan masalah-masalah yang sudah biasa dihadapi saat dirinya bergelut di bidang militer, politik maupun legislatif.
"Tidak ada persiapan secara khusus. Kerjakan seperti biasanya saja lah, begitu," terangnya.
(mdk/rzk)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya