Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak di Kabupaten Blitar selesai dilaksanakan. Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Blitar, Imron Nafifah, mengungkapkan hasil evaluasi usai pencoblosan mencatat angka golput cukup tinggi.Dari laporan sementara, Imron mengatakan, tingkat Golput di Kabupaten Blitar mencapai 40 persen dari keseluruhan jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT)."Kalau angka, sementara 40 persen dari 964.928 seluruh Daftar Pemilih Tetap (DPT)," kata Imron saat ditemui Merdeka.com, Blitar, Kamis (10/12).Lebih lanjut, dia mengaku ada beberapa faktor yang menyebabkan angka Golput di Kabupaten Blitar cukup tinggi. Pertama, katanya, karena Blitar banyak warga Blitar yang menjadi Tenaga Kerja Indonesia, sehingga tidak hadir ke Tempat Pemungutan Suara (TPS). Kedua, bisa juga karena calon yang diusung hanya satu pasangan calon."Kalau yang tidak hadir ada beberapa kalkulasi. Pertama, para TKI semua terdaftar, karena sifatnya pilihan di tingkat daerah bukan nasional, penyumbang angka partisipasi," tandasnya.Terakhir, pihak berpendapat tingginya angka golput bisa karena masyarakat di Kabupaten Blitar tengah bekerja ke daerah lain.Seperti diketahui, Kabupaten Blitar merupakan salah satu dari tiga daerah di Indonesia yang hanya memiliki satu pasangan calon dalam pelaksanaan Pilkada serentak. Dua lainnya adalah Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat dan Kabupaten Timor Tengah Utara, Nusa Tenggara Timur.Ketiga daerah ini menerapkan sistem referendum, di mana pilihan yang tersedia dalam surat suara hanyalah setuju dan tidak setuju terhadap bakal calon pemimpin daerah ini. Untuk daftar pemilih tetap (DPT) di Kabupaten Blitar terdapat 964.928 pemilih.
Cuma satu pasangan calon, KPU Blitar sebut golput mencapai 40 persen
Pihak berpendapat tingginya angka golput bisa karena masyarakat di Kabupaten Blitar tengah bekerja ke daerah lain.
Rekomendasi