Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Analisis Sulitnya Membentuk Poros Partai Islam di Era Modern

Analisis Sulitnya Membentuk Poros Partai Islam di Era Modern Pengundian nomor urut Parpol peserta Pemilu 2019. ©2018 Merdeka.com/Iqbal S Nugroho

Merdeka.com - Direktur Parameter Eksekutif Politik Indonesia Adi Prayitno menilai poros koalisi partai Islam sulit terwujud. Menurutnya, wacana pembentukan poros partai Islam hanya kecelakaan sejarah.

"Poros partai Islam itu hanya romantisme dan kecelakaan sejarah. Terbukti, setelah berhasil jadikan Gus Dur jadi presiden poros Islam juga lah yang turunkan Gus Dur di tengah jalan. Jelas itu kecelakaan sejarah yang coba mau dihidupkan kembali saat ini," katanya, Jumat (16/4).

Menurutnya, kelebihan poros partai Islam adalah ketika sempat memenangkan Gus Dur jadi Presiden meskipun ia jatuh di tengah jalan. Tetapi, kelemahannya justru terlihat saat ini hingga poros partai Islam sukar diwujudkan.

"Pertama, ego sektoral antar partai. Belum terbentuk saja PAN dan Partai Ummat nolak. Kedua, tak adanya figur pemersatu yang relatif diterima semua partai Islam," ucapnya.

"Ketiga, paham keagamaan yang berbeda di antara partai Islam. Misalnya soal tahlil dan qunut bisa jadi masalah penting di antara partai Islam ini," kata Adi.

Lebih lanjut, di era masyarakat modern saat ini poros partai Islam makin sulit terbentuk. Jika berhasil, parpol Islam yang mau bergabung hanya sedikit.

"Sangat sulit. Jikapun terwujud paling mungkin hanya poros partai Islam terbatas karena tak semua parpol Islam gabung," jelasnya.

(mdk/ray)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP