PDI Perjuangan hingga kini belum menentukan apakah akan mendukung Ahok dalam Pilgub DKI Jakarta 2017. Namun kata Ahok, meski dirinya nantinya tidak diusung PDIP dan menang, kursi Wagub DKI tetap diminta PDIP.Menurut Ahok, Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri sudah menyatakan hal itu kepadanya."Bu Mega sudah ngomong kok, 'Ahok kan tidak mau terima tanda kita kan', makanya wakilnya mesti PDIP dong'. Terus saya jawab 'Kalau harus PDIP gampang Bu, Pak Heru saja suruh masuk (PDIP)'," kata Ahok di Balai Kota, Jakarta Pusat, Kamis (11/8).Mendengar pernyataan Ahok, pertanyaan langsung mengarah soal nasib Djarot yang kini menjadi wakil Gubernur DKI. Ahok pun menjawab dengan santai, yakni wakil dua pilihan antara Djarot dan Heru."Aku bilang kan, kalau memang enggak mau Djarot, mau Heru ya, Heru saja suruh masuk PDIP kan, sama kan? Cuma yang jadi susah jawab kan gini, emang Djarot ada salah apa? Terus kamu kalau mau lapor mertua misalnya kan, emang anak gua salah apa lo? Sampai lo balikin ke rumah gua? Gitu kan?," ujar Ahok.Ditanya soal peluang Djarot sebagai pendampingnya kembali, Ahok enggan berkomentar. "Peluang gimana? Orang masih sama Pak Djarot kok," terangnya.Sementara saat ditanya persiapannya mengenai banyak pesaing, Ahok justru senang dengan penantang-penantang itu. Menurutnya, kalau memang ada yang lebih bagus dari dirinya, kenapa tidak."Aku dari dulu demen banyak orang yang bagus ikut, kalau ada gubernur lebih baik ya aku boleh pensiun, enak juga kan. Tapi saya optimis kalau kita duduk bareng, optimis," tutupnya.
Ahok sebut Mega tetap minta jatah Wagub DKI meski tak usung dirinya
Karena Megawati minta wagub DKI dijabat kader PDIP, Ahok menyarankan Heru masuk jadi kader PDIP.
Rekomendasi