Mantan Ketua KPK Taufiequrachman Ruki dipilih menjadi ketua Mahkamah PPP hasil susunan formatur muktamar islah di Asrama Haji, Pondok Gede, Jakarta Timur. Ruki dinilai memiliki pengalaman sehingga layak menjabat sebagai ketua mahkamah PPP.Sekjen PPP Asrul Sani mengatakan, penunjukan Ruki ini dilakukan dengan tujuan agar PPP secara kepartaian bisa lebih disiplin dalam urusan administrasi dan masalah keuangan partai.Arsul menyebut, pengalaman Ruki yang pernah menjabat sejumlah jabatan penting di beberapa lembaga negara, akan membuat para kader PPP berpikir dua kali untuk bersikap 'neko-neko' dalam menjalani tugasnya."Pemilihan Pak Ruki, kita juga mau memastikan agar kami tidak neko-neko. Karena kita akan berhadapan dengan mahkamah partai, apalagi (para kader yang) anggota DPR," ujar Asrul di Gedung DPR RI Senayan, Rabu (27/4)."Artinya, beliau (Ruki) pernah menjadi anggota DPR, pernah ada di BPK. Soal keuangan partai tidak benar, dia tahu mengauditnya yang benar bagaimana," katanya menambahkan.Asrul menjelaskan, dipilihnya Ruki sebagai Ketua Mahkamah PPP, diharapkan bisa menjadi pihak penengah apabila ke depannya terjadi perselisihan lagi di internal partai berlambang Ka'bah tersebut.Sebab, lanjut Asrul, PPP sebagai sebuah partai yang sudah cukup lama berdiri, masih membutuhkan perbaikan sistem dan tata manajemen yang baik, sehingga memerlukan peran para pakar yang ikut terlibat di dalam struktur kepartaian PPP."Pernah menjadi penegak hukum dan sudah senior. Tentu ketika ada perselisihan di partai, bisa menyelesaikannya dengan bijak," ujar Asrul."Karena partai ini butuh sentuhan managemen. Sehingga, walaupun partai bukan perusahaan, tapi tetap butuh tata kelola yang baik, dan harus mengundang orang yang sudah ada di dunia itu sebelumnya sebagai pakar," pungkasnya.
Agar kader tak neko-neko, PPP pilih Ruki pimpin mahkamah partai
Ruki diyakini membuat para kader PPP berpikir dua kali untuk bersikap 'neko-neko' dalam menjalani tugas.
Rekomendasi