Wasekjen Golkar sebut tak etis Gatot-Wiranto beda pandangan soal senjata ilegal

Tak hanya itu, Ace Hasan juga mengatakan setiap hal seharusnya dapat disampaikan 'satu pintu' sehingga tak membuat masyarakat menjadi bingung.

Muhammad Genantan Saputra
Wasekjen Golkar sebut tak etis Gatot-Wiranto beda pandangan soal senjata ilegal
Panglima TNI Jendral Gatot Nurmantyo. ©2017 Merdeka.com/Anisyah Al Faqir

Wasekjen Partai Golkar Ace Hasan Syadzily menyebut tak etis apabila Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo dan Menko Polhukam Wiranto berbeda pandangan soal pembelian 5.000 senjata ilegal. Dia mengatakan, seharusnya keduanya dapat solid dalam hal apa pun."Rasanya tidak etis ya ada perbedaan pandangan terkait isu pembelian senjata antara Panglima TNI dengan Kementerian Koordinator Politik Hukum dan HAM," katanya di Gedung DPR, Jakarta, Senin (25/9).Menkopolhukam Wiranto membantah pernyataan Gatot Nurmantyo adanya lembaga di luar TNI dan Polri yang memesan 5.000 pucuk senjata dari luar negeri. Wiranto menjelaskan yang terjadi sesungguhnya ialah adanya pembelian 500 senjata buatan Pindad untuk sekolah intelijen oleh BIN. Pernyataan Gatot tersebut dinilai ada unsur politis. Terkait hal ini, anggota Komisi II DPR ini enggan mengomentari apakah mantan Kasad tersebut memang telah berpolitik lewat pernyataannya itu."Saya tidak mau menilai negatif atas apa yang dilontarkan Panglima TNI. Namun sebaiknya pihak-pihak yang terkait dengan bidang Politik dan Keamanan memiliki pandangan yang sama terkait isu-isu politik tersebut," katanya.Dia menegaskan, institusi yang bertugas dalam hal keamanan negara seharusnya dapat kompak satu sama lain. Dia pun mengatakan, setiap hal seharusnya dapat disampaikan 'satu pintu' sehingga tak membuat masyarakat menjadi bingung."TNI, Kepolisian, Kementerian Pertahanan, BIN dan kementerian terkait dalam menyampaikan kebijakan, ada dalam suatu koordinasi, sehingga tidak menimbulkan multi interpretasi rakyat," katanya.

Rekomendasi