Warga Sorong Serahkan 1 Pucuk Senjata Buatan Jerman dan 49 Butir Amunisi

Seorang pria warga Sorong Selatan menyerahkan berbagai senjata api kepada TNI AD, Kodim 1807/Sorong Selatan (Sorsel), Rabu (9/6) lalu. Pria berusia 45 tahun itu menyerahkan satu pucuk senjata api jenis Mauser (buatan Jerman) beserta 49 butir munisi dalam kondisi baik dan masih dapat digunakan.

Ronald
Oleh Ronald - Reporter
Warga Sorong Serahkan 1 Pucuk Senjata Buatan Jerman dan 49 Butir Amunisi
Warga Sorong serahkan senjata dan amunisi. ©2021 Merdeka.com

Seorang pria warga Sorong Selatan menyerahkan berbagai senjata api kepada TNI AD, Kodim 1807/Sorong Selatan (Sorsel), Rabu (9/6) lalu. Pria berusia 45 tahun itu menyerahkan satu pucuk senjata api jenis Mauser (buatan Jerman) beserta 49 butir munisi dalam kondisi baik dan masih dapat digunakan.

Di mana 49 butir itu terdiri dari 1 butir munisi kaliber 5,39, 23 butir munisi kaliber 3,17, 1 butir munisi senjata Mauser kaliber 9,8, 14 butir munisi senjata api AK kaliber 7,62, dan 3 butir munisi M16A1 kaliber 5,56. Serta 7 butir munisi senjata Stan (Stan Gun) kaliber 7,62.

Senjata Mauser merupakan senjata api peninggalan PD II. Senjata itu masih banyak dimiliki masyarakat Papua Barat, di wilayah Pegunungan Arfak, dijadikan sebagai tradisi mas kawin, sarana pengamanan, dan berburu.

Dandim Letkol Inf Batara Alex Bulo mengatakan, penyerahan senjata api dan munisi ke Kodim 1807/Sorsel ini merupakan kesadaran sendiri dari warga sipil. Pria tersebut tahu tentang pentingnya menjaga keamanan serta terciptanya situasi yang kondusif di wilayah.

"Upaya yang telah dilakukan oleh jajaran Kodim 1807/Sorsel melalui kegiatan Binter dan Komsos telah berjalan baik. Terbukti timbul kepercayaan warga terhadap Prajurit dan Satuan TNI, khususnya TNI AD di wilayah Papua Barat ini, dan lebih khususnya lagi kepercayaan terhadap satuan jajaran Kodam XVIII/Kasuari, dalam hal ini Kodim 1807/Sorsel dalam menjaga keamanan dan ketenteraman kehidupan warga masyarakat," ujar Batara dalam siaran pers yang diterima, Sabtu (12/6).

Kendati demikian, ia akan terus meningkatkan pemahaman, pendekatan, dan pembinaan kepada warga masyarakat. Utamanya dalam hal tradisi penyerahan mas kawin pernikahan berupa senjata api, dan menggantinya dengan penyerahan mas kawin berupa barang yang bisa dimanfaatkan dalam kebutuhan sehari-hari seperti piring, mangkok, kain adat, dan sebagainya.

"Sesuai arahan bapak Pangdam XIII/ Kasuari, Mayjen TNI I Nyoman Cantiasa bahwa kita harus bisa merebut hati dan perasaan masyarakat Papua sehingga kita dicintai rakyat. Selain itu juga tentang pentingnya menjaga keamanan dan ketenteraman masyarakat, di mana pun kami (Prajurit TNI) berada dan bertugas," katanya.

Rekomendasi