Warga Samarinda Kesulitan Cari Vaksin Dosis Kedua, Dinkes Tak Bisa Berbuat Banyak
Merdeka.com - Pemerintah gencar melakukan vaksinasi Covid-19 dosis pertama di Samarinda, Kalimantan Timur. Di sisi lain, banyak warga daerah itu yang justru kesulitan mendapatkan suntikan dosis kedua.
Kesulitan warga itu banyak beredar di media sosial dalam dua pekan ini. Hal itu juga menjadi pembicaraan di Samarinda.
Salah seorang warga Jalan Gatot Soebroto, Samarinda, Ari (41), mengaku sudah ke sana kemari mencari vaksin dosis kedua. "Saya juga bantu carikan untuk istri saya vaksin Astrazeneca sering kosong. Datang ke faskes (fasilitas kesehatan) kosong. Vaksinasi massal pun tidak ada dosis kedua Astrazeneca," kata Ari kepada merdeka.com, Jumat (8/10).
Ari berharap ada informasi pemberitahuan melalui pesan singkat SMS. "Karena kan waktu dosis pertama, kita register nomor HP juga. Mudah-mudahan ada SMS pemberitahuan dosis kedua, waktu, dan tempatnya," ungkap Ari.
"Iya sama, saya juga belum vaksin dosis lengkap (dosis kedua Astrazeneca). Ke sana kemari cari kosong. Yang ramai sekarang justru vaksin Pfizer dan Sinovac. Itu pun dosis pertama kan?" kata Hamzah (45), warga Jalan PM Noor, Samarinda.
Tidak hanya Astrazeneca, kesulitan dosis kedua juga dialami warga pencari vaksin Sinovac. Mereka terus memantau beragam sumber informasi resmi dan berharap ada pemberitahuan panggilan dosis kedua melalui SMS.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Samarinda dr Ismid Kusasih memaparkan, ketersediaan vaksin dosis kedua memang tidak bisa diperkirakan dengan pasti. Menurut dia, distribusi vaksin dari Kemenkes sering tidak sesuai dengan jadwal masyarakat untuk mendapatkannya.
"Itu yang tidak bisa kita perkirakan," ujar Ismid.
"Makanya sekarang kita sendiri pun Dinkes, tidak bisa berbuat banyak. Yang sementara ini bisa kita lakukan kalau ada vaksin dosis keduanya, segera kita suntikkan," ucap Ismid.
(mdk/yan)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya