Usut Pendanaan Teroris di Padang, Polri Koordinasi dengan Sejumlah Kedubes
Merdeka.com - Kepolisian Republik Indonesia (Polri) berencana berkoordinasi dengan beberapa negara guna menginvestigasi pendanaan Saefullah. Saefullah sendiri diketahui sebagai aktor intelektual N, tersangka terorisme yang ditangkap di Padang, Sumatera Barat beberapa hari lalu.
Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo mengatakan, pihaknya telah menghubungi kedutaan beberapa negara di Indonesia guna membangun jembatan kerjasama demi menangani kasus tersebut.
"Untuk mengkomunikasikan sekaligus tukar menukar informasi terkait jaringan terorisme di Indonesia dan di beberapa negara. Di Tobago, di Maldives, di Jerman, di Malaysia, maupun di Filipina juga," ucap Dedi di kantornya, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (24/7).
Dedi mengungkapkan, kepolisian yang berkewenangan langsung melakukan itu ialah Densus 88 sebagai satuan dalam Korps Bhayangkara yang memiliki tugas spesifik melumpuhkan terorisme di Indonesia. Ia juga menyampaikan, dari Densus 88 akan mengundang beberapa perwakilan Kedubes di Indonesia guna membicarakan hal itu.
"Info yang saya dapat minggu-minggu ini Densus akan memanggil para perwakilan kedubes (untuk) saling tukar informasi untuk mengungkap jaringan JAD yang di Indonesia maupun di beberapa negara," katanya.
Sebelumnya, Saefullah yang diketahui sebagai otak intelektual yang mengendalikan N, tersangka teroris Padang terendus mendapatkan aliran dana dari beberapa pihak. Saefullah, menurut Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo, diketahui menerima aliran dana dari lima negara.
Dedi membeberkan, ada beberapa aktor yang mengirimkan dana dari lima negara ke Saefullah, seperti Malaysia, Jerman, Venezuela, Tobago, dan Maladewa atau Maldives.
"Saudara Saefullah ini menerima beberapa aliran dana, ini aliran dana dari negara Tobago ada tujuh kali, dari Maldives ada satu kali, Venezuela satu kali, Jerman dua kali, dan Malaysia sekali," ungkap Dedi dalam konferensi pers di Kantor Divhumas Mabes Polri, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (23/7).
Dua belas aliran dana tersebut, kata Dedi, dikirim pada periode Maret 2016 hingga September 2017 lalu. Polisi mengidentifikasi, total ada Rp413.169.854 dana yang berhasil dikirimkan.
"Mereka menggunakan sistem aliran dana Western Union," kata Dedi.
Saefullah ini berhubungan dengan sejumlah tokoh ISIS di Khurasan. Termasuk Muhammad Aulia yang diketahui mengatur seluruh komunikasi, perjalanan dan transfer.
"Ini 19 orang berangkat ke Khurasan dan dideportasi di Bangkok tanggal 13 Juni lalu, dan ini sudah ditangkap sekitar 12 orang. Satu lagi masih DPO di Indonesia terkoneksi dengan mastermind atas nama Abu Saedah," jelasnya.
Abu Saedah ini, menurut keterangan Dedi memiliki peran untuk menyalurkan bantuan dana ke N. "Memberikan uang ke Novendri (N) sebesar Rp18 juta dari mastermind-nya (Saefullah) itu," jelasnya.
Di samping itu, Saefullah juga mengendalikan beberapa teroris di Indonesia, salah satunya N. Selain N, Saefullah juga diketahui mengendalikan Yoga, tersangka tersangka teroris yang ditangkap di Malaysia beberapa saat yang lalu. Yoga juga diketahui terafiliasi dengan JAD Kalimantan Timur.
Reporter: Yopi MSumber: Liputan6.com
(mdk/eko)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya