Usulan Pemkab Bekasi bangun stasiun kereta cepat ditolak

Penolakan ini lantaran jarak Bekasi dan Jakarta yang dinilai terlalu dekat.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Usulan Pemkab Bekasi bangun stasiun kereta cepat ditolak
Ilustrasi Kereta Cepat. ©2015 Merdeka.com

Kementerian Perhubungan menolak permintaan Pemerintah Kabupaten Bekasi yang mengusulkan stasiun kereta cepat Jakarta-Bandung di Cikarang. Sebab titik yang diusulkan terlalu dekat dengan Jakarta.Wakil Bupati Bekasi, Rohim Mintareja mengatakan, titik yang diusulkan berada di sekitar Cikarang Selatan. Pertimbangan diusulkannya stasiun, karena antusiasme warganya cukup banyak menyambut kereta cepat itu."Diusulkan sudah, tapi enggak bisa, karena terlalu dekat ke Jakarta. Namanya kereta cepat, kalau setiap kabupaten kota ada stasiun, bagaimana bisa cepat?" katanya, Senin (4/4).Meski begitu, kata dia, pemerintah daerah tak mempersoalkan penolakan, sehingga pihaknya menerima keputusan dari pemerintah pusat. Dia menganggap, pemerintah daerah harus mendukung penuh program yang digagas pemerintah pusat.Sementara itu, DPRD Kabupaten Bekasi, bersikukuh ingin ada stasiun kereta cepat di wilayahnya. Bahkan lembaga legislatif itu siap mendorong pihak swasta menyediakan lahan sebagai stasiun."Ada lahan milik swasta 10.000 meter persegi di Cibatu, kenapa tidak dipakai saja, dari pada membeli, harganya mahal," kata Sekretaris Komisi III DPRD Kabupaten Bekasi, Cecep Noor.Menurut dia, pertimbangan ada stasiun tersebut lantaran perkembangan Kabupaten Bekasi cukup pesat. Bahkan saat ini ada kawasan industri terbesar se-Asia Tenggara."Selama ini warga kami kalau ke Bandung menggunakan kereta, harus ke stasiun di Jakarta. Terlalu jauh, sudah seharusnya ada stasiun untuk kereta jauh di Bekasi," katanya.Kepala Hubungan Masyarakat Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan, Joice Hutajulu, mengatakan, pihaknya mempersilakan DPRD Kabupaten Bekasi, mengusulkan stasiun kereta cepat di wilayahnya. Tetapi penetapan stasiun yang ada sudah sesuai dengan kajian oleh PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC).Menurut dia, jika ada penambahan stasiun baru, dipastikan akan mempengaruhi kecepatan kereta dan waktu tempuh Jakarta-Bandung. Karena itu, pihaknya tak bisa memutuskan apakah disetujui atau tidak usulan tersebut. "Silakan diusulkan," kata dia.

Rekomendasi