Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Usai nyoblos, Deddy Mizwar nazar tidak terima tawaran kursi menteri

Usai nyoblos, Deddy Mizwar nazar tidak terima tawaran kursi menteri Demiz dan istri usai nyoblos. ©2018 Merdeka.com

Merdeka.com - Calon Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar bernazar tidak akan menyambut tawaran apa pun, termasuk kursi menteri di pemerintahan 2019. Apabila terpilih sebagai gubernur Jawa Barat di Pilkada 2018.

"Saya komitmen selama lima tahun berada di Pemprov Jabar, kalau tiba-tiba jadi menteri saya tidak mau. Jadi Capres yang akan datang jangan coba tawar-tawar saya jadi menteri ya, Awas!," tegas dia memperingatkan usai nyoblos di Pondok Gede, Bekasi, Jawa Barat, Rabu (27/6).

Demiz, sapaan karibnya, berjanji untuk menjalankan visi misinya selama lima tahun ke depan. Bersama pasangannya, Dedi Mulyadi, keduanya berjanji untuk terus jujur, amanah, dan bersih, sehingga dapat menunaikan sembilan poin visi dan misinya untuk Provinsi Jawa Barat.

"Saya akan jalankan sembilang visi misi sudah kami tawarkan, komitmen kami jalankan di pemerintahan sampai 2023 dengan adil jujur dan amanah," yakin dia.

Demiz dan Dedi Mulyadi optimis untuk bisa memenangkan kontestasi Pilgub Jabar 2018. Melalui pemetaan, mereka yakin dapat mendulang 2/3 suara di Provinsi Jawa Barat.

"Kami akan menang di wilayah Jabar 1, Jabar 2, Jabar 3, Jadi kalo ditotal 22 juta suara, 2/3 suara DPT (daftar pemilih tetap) Jabar kalau kita menang di sana sudah selesai (menang)," tandas dia.

Sebagai informasi, kantong Jabar 1 meliputi daerah Cianjur, Sukabumi, Bogor, Depok. Untuk Wilayah Jabar 2, meliput Bekasi, Karawang, Purwakarta, dan Subang, dan untuk di Jabar 3, meliputi wilayah Cirebon, Indramayu, dan Kuningan.

Reporter: M Radityo

Sumber:https://www.liputan6.com/

(mdk/lia)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP