Usai keperawanan direnggut ustaz, ABG di Semarang alami depresi
Merdeka.com - Setelah mendapati kenyataan bahwa telah dipaksa bersetubuh oleh guru ngajinya, gadis berusia 16 tahun berinisial Nis di Semarang saat ini mengalami depresi berat.
RS, (39), tak lain orang tua Nis mengatakan, sangat jengkel melihat ulah cabul sang ustaz. "Karena saat ini, anak kami mengalami depresi luar biasa," ungkap pria warga Jalan Gedongsongo Barat, Manyaran Semarang itu saat mengadukan kasus pencabulan ke Polrestabes Semarang, Kamis (2/10).
Tak hanya itu saja, katanya, RS juga shock setelah mendengar pengakuan putri kesayangannya bila ustaz cabul itu memaksa korban melayani nafsu birahinya.
Saat ini, kondisi Nis terlihat murung karena keperawanannya telah direnggut paksa oleh guru ngajinya. Kasus pelecehan seksual tersebut, kini telah ditangani petugas Polrestabes Semarang.
Seperti diberitakan sebelumnya, Muhammad Taqiudin, seorang ustaz di Semarang Jawa Tengah dilaporkan telah menggauli gadis berinisial Nis, pada Agustus 2014 lalu. Ulah cabul sang ustaz tersebut dilakukan saat dia tengah mengajar mengaji di rumahnya.
(mdk/hhw)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya