Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengungkapkan masalah utama Usaha Menengah Kecil dan Mikro (UMKM) di Indonesia bukan permodalan tetapi masalah pemasaran. Ganjar mengatakan, perjalanan UMKM hingga berani menjajakan dagangan secara online tidak mudah. Apalagi jika tidak didukung dengan infrastruktur yang memadai.
Selaras dengan Ganjar, Franky Chandra selaku wakil ketua DPW Sahabat Ganjar Jawa Timur mengungkapkan pihaknya baru saja menggelar rapat kerja daerah (Rakerda) yang salah satu agendanya adalah memberikan informasi mengenai serta cara memasarkan produk secara digital bagi relawan yang memiliki atau yang baru akan memulai terjun ke UMKM.
"Selain kegiatan rakerda, DPC Sahabat Ganjar se-Jawa Timur memperkenalkan dan sekaligus bertukar pikiran terkait produk UMKM yang dimiliki oleh para relawan. Banyak pesan yang bisa didapatkan dalam acara kali ini," kata Franky , Minggu (17/1).
Sementara itu, Ussy Asy'ari selaku perwakilan DPC Sahabat Ganjar Kabupaten Pasuruan menuturkan Rakerda kali ini, relawan juga melakukan bertukar pikiran untuk produk-produk UMKM dari masing-masing DPC.
"Ini yang kami harapkan agar produk-produk yang mereka jual belikan dapat dikenal luas oleh masyarakat. Semoga dengan adanya ini bisa membantu mereka para UMKM dari DPC Sahabat Ganjar Jawa Timur," kata Ussy.
Salah satu cara yang dilakukan Ganjar dalam membantu memasarkan produk buatan lokal adalah, dengan memanfaatkan media sosial pribadinya. Media sosialnya dijadikan lapak untuk menjual produk UMKM yang memiliki kualitas baik.
"Saya lalu dapat masukan, Pak Ganjar, follower kan banyak, kenapa nggak dipakai jualan. Sehingga akun saya di pakai buat jualan. Saya tidak menduga banyak yang oke, banyak yang mau," kata dia.
Secara rinci Ganjar menjabarkan masalah yang dimiliki oleh UMKM saat ini adalah mayoritas pemasaran, lalu permodalan kemudian izin kemasan. Di luar itu, UMKM juga menghadapi masalah seperti izin usaha dan izin edar.