Tukang ojek tewas ditikam sangkur, pelaku diduga penumpang

Menurut keterangan temannya, sebelum ditemukan tewas korban sempat mengantar seorang penumpang pria dewasa.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Tukang ojek tewas ditikam sangkur, pelaku diduga penumpang
Ilustrasi Pembunuhan. ©2014 Merdeka.com

Kasus pembunuhan terhadap tukang ojek atas nama Heri Slamet (53), warga Kelurahan Karangwaru, Kecamatan Tulungagung terjadi Senin (10/8) dini hari lalu belum terungkap.Sebab, hingga kini polisi belum berhasil menangkap pelaku pembunuhan dengan cara menusukkan sangkur ke punggung korban itu.Satuan Reserse dan Kriminal Polres Tulungagung terus mengembangkan penyelidikan kasus tersebut, salah satunya dengan mengirim sangkur yang digunakan pembunuh ke laboratorium forensik Polda Jatim."Nanti yang akan diperiksa nomor registrasi. Dari nomor itulah bisa diketahui pemiliknya," terang Kasubbag Humas Polres Tulungagung, AKP Saeroji di Tulungagung, Kamis (13/8).Dia menjelaskan, pemeriksaan sangkur bertujuan mengetahui kepemilikan senjata tersebut. Sebab, sangkur yang ditemukan menancap di punggung korban sama dengan sangkur yang biasa dipakai anggota polisi dan TNI.Dari pemeriksaan laboratorium itu juga bisa diketahui sangkur merupakan resmi milik TNI ataupun polisi. Karena, saat ini banyak sangkur dijual bebas di pasaran. Nomor registrasinya pun diduga dipalsukan dan diacak."Karena itulah kami tunggu hasil lab itu. Selain sangkur, sudah lebih dari lima orang saksi diperiksa. Mereka dari keluarga dan rekan seprofesi korban," katanya, seperti dilansir Antara.Berdasarkan hasil penyelidikan sementara polisi, diduga korban sama sekali tidak mengetahui jika dirinya akan ditikam dari belakang. Indikasinya, tidak ada tanda-tanda perlawanan. Selain itu, pelaku diduga kuat ingin langsung menghabisi nyawa korbannya.Prediksi ini muncul karena sangkur menancap sepenuhnya pada punggung korban. Karena itulah, tidak ada rongga yang menyebabkan darah keluar dari luka tusukan.Terkait rekaman CCTV (closed circuit television) di Terminal Gayatri yang merekam kegiatan korban mengantar penumpang, polisi belum berani menyimpulkan. Ada kemungkinan pembunuhan dilakukan orang lain, bukan pengguna jasa ojek yang terekam di CCTV."Bisa saja, dari terminal mengantar penumpang dan turun di kawasan kota. Kemudian korban mengantar penumpang lain dengan tujuan Kalidawir. Intinya masih kami dalami," ujarnya.Seperti diketahui, jasad Heri Slamet yang merupakan tukang ojek ditemukan pertama kali oleh warga di jalan Dusun Ngledok Desa Winong Kecamatan Kalidawir Kabupaten Tulungagung, pada Senin (10/8) pagi sekitar pukul 05.30 WIB.Korban yang berprofesi sebagai tukang ojek, kali pertama ditemukan warga setempat yang akan mencari rumput. Posisi tubuh korban tertelungkup di atas motornya. Dari pemeriksaan di lokasi kejadian, ditemukan sangkur menancap di punggungnya.Keterangan beberapa rekan seprofesinya, korban diketahui mengantar seorang penumpang pria dewasa yang turun dari salah satu bus antarkota dalam provinsi (AKDP) pada Minggu (9/8) malam sekitar pukul 22.00 WIB.

Rekomendasi