Presiden Joko Widodo didampingi Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti meninjau langsung keramba jaring apung (KJA) yang berada di Samudera Hindia. Keramba tersebut tepat berada di delapan mil dari bibir pantai Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, Selasa.
Dikutip dari Antara, Selasa (24/3), Jokowi dan Menteri Susi sempat melepas benih ikan kakap putih ke dalam keramba jaring apung tersebut. Untuk mencapai posisi keramba rombongan Jokowi dan menteri harus menumpang kapal dengan waktu tempuh 45 menit.
Keramba jaring apung ini merupakan program Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dengan mengadopsi teknologi lepas pantai dari Norwegia. Program ini diyakini mampu menggenjot produksi komoditas ikan kakap putih secara signifikan.
Teknologi KJA 'offshore' akan difokus di tiga kawasan strategis. Yakni perairan Kepulauan Karimunjawa-Jawa Tengah, Pangandaran-Jawa Barat, dan Pulau Sabang-Aceh.
"Kita harapkan jadi sebuah lompatan kemajuan, terobosan pertama di Indonesia. Cikal bakal berlipat gandanya nilai tambah budi daya perikanan Indonesia," kata Jokowi.
Keramba jaring apung lepas pantai (offshore) memiliki beberapa keunggulan, yaitu tahan terhadap gelombang dan memiliki ketahanan lebih dari 10 tahun. Selain itu, dinilai cukup efektif digunakan dalam budidaya ikan karena mudah dalam pemasangan maupun pelepasan jaring, memiliki beragam konfigurasi dalam pengoperasiannya.
Peresmian keramba jaring apung ini merupakan rangkaian kunjungan kerja Presiden selama dua hari di Jawa Tengah dan Jawa Barat. Selain Menteri Susi, Presiden Jokowi juga didampingi Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Menteri Perhubungan Budi Karya, Sekretaris Kabinet Pramono Anung juga menyaksikan dari kapal dan tidak turun ke keramba.
Presiden mengungkapkan dengan teknologi KJA ini sebanyak 1,2 juta penebaran benih ikan dapat menghasilkan 816 ton per tahun per unit "Coba bandingkan dengan keramba jaring apung biasa yang produksinya cuma 5,4 ton per tahun per unit. Ini sebanyak 816 ton. Inilah hal yang harus dipelajari nelayan kita," katanya.
Jokowi juga mengatakan bahwa teknologi KJA ini juga akan melibatkan antara 215 dan 250 orang.
"Ini baru satu yang dibangun di sini (Pangandaran). Nanti juga akan dikembangkannya dua lagi. Yang dua juga sudah dibangun di Sabang dan Karimun Jawa," katanya.