Tingkatkan kesiagaan wabah penyakit, Kemenko PMK tekankan koordinasi lintas sektoral

Menurut Sigit, pandemi ini jangan sampai dianggap sepele. Dia mencontohkan, pada zaman dahulu bangsa sparta yang terkenal kuat dan suka berperang, bisa hancur gara-gara wabah penyakit.

Rizlia Khairun Nisa
Oleh Rizlia Khairun Nisa - Reporter
Tingkatkan kesiagaan wabah penyakit, Kemenko PMK tekankan koordinasi lintas sektoral
Deputi Peningkatan Kesehatan Kemenko PMK, Sigit Priohutomo. ©2018 Merdeka.com

Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusian dan Kebudayaan (Kemenko PMK) menekankan pentingnya koordinasi lintas sektoral. Hal ini untuk mengantisipasi ancaman pandemi atau wabah global terjangkitnya penyakit menular dalam geografis yang luas.

Deputi Peningkatan Kesehatan Kemenko PMK, Sigit Priohutomo menuturkan, pemerintah Indonesia terus waspada terhadap pandemi ini. Pemerintah terus melakukan pemantauan dan meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi wabah penyakit menular antar negara yang dapat muncul di masa mendatang.

"Langkah ini dilakukan untuk melindungi hilangnya potensi sumberdaya manusia dan dampak-dampak lain yang ditimbulkan hingga meliputi ke aspek ekonomi dan ketahanan negara," ucap Sigit dalam Pertemuan Koordinasi dan Penyusunan Rencana Kerja Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Berpotensi Pandemi di Kantor Kemenko PMK, Jakarta, Rabu (5/9).

Menurut Sigit, pandemi ini jangan sampai dianggap sepele. Dia mencontohkan, pada zaman dahulu bangsa sparta yang terkenal kuat dan suka berperang, bisa hancur gara-gara wabah penyakit. Kala itu, hampir sepertiga bangsa sparta meninggal karena wabah penyakit.

Deputi Peningkatan Kesehatan Kemenko PMK, Sigit Priohutomo ©2018 Merdeka.com

Karena itu, menurut Sigit, guna mengantisipasi dan meningkatkan kesiapsiagaan terhadap pandemi ini, Kemenko PMK telah menjalin kerjasama lintas kementerian/lembaga, perguruan tinggi, lembaga penelitian, pemerintah daerah dan badan-badan internasional seperti World Health Organization (WHO) dan Food and Agriculture Organization (FAO).

Kemudian untuk meningkatkan kesiapsiagaan terhadap wabah penyakit ini, Kemenko PMK juga melakukan kerjasama multilateral seperti dengan USAID, DFAT - Australia dan aktif dalam gerakan Global Health Security Agenda, serta pemangku kepentingan lainnya untuk pencegahan, pendeteksian dan respons terhadap penyakit baru berpotensi pandemi.

"Ancaman wabah harus dihadapi bersama, tidak bisa mengandalkan satu sektor saja," ucap Sigit.

Sementara itu, USAID Deputy Mission Director, Ryan Washburn menyebut, Indonesia telah membuat langkah yang luar biasa dalam mengembangkan integrasi sistem untuk mendeteksi, mencegah dan merespons ancaman pandemi. Namun kata Ryan, perlu komitmen lebih lanjut guna memastikan sistem terus berjalan dengan baik.

"Untuk memastikan sistem yang telah dikembangkan tersebut berfungsi dengan baik, penting untuk mengenali dan mengakui peran penting kementerian dan lembaga terkait, dan mendukung mereka dalam menjalankan tugas penting untuk keamanan kesehatan ini," jelas dia.

Rekomendasi