Teka-teki jual kursi Hercules TNI AU

Jumlah penumpang Hercules mencapai 122 orang. 39 prajurit TNI, serta 83 penumpang sipil dan keluarga TNI.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Teka-teki jual kursi Hercules TNI AU
Hercules jatuh di Medan. ©Reuters

Duka menyelimuti Tanah Air. Pesawat angkut Hercules C-130 milik TNI AU dengan nomor penerbangan A-1310 jatuh menimpa bangunan dan rumah, di sekitar Jalan Jamin Ginting, Medan, pada Selasa (30/6). Berdasarkan manifes pesawat, burung besi itu sedang dalam misi mengantar logistik militer ini tercatat mengangkut 12 kru termasuk pilot.Namun kenyataannya, jumlah penumpang diketahui mencapai 122 orang. Fakta ini disampaikan oleh Kepala Penerangan dan Perpustakaan Lanud Medan Mayor Sus Jhoni Tarigan di sela prosesi persemayaman jenazah para korban di hanggar Lanud Soewondo Medan, Rabu (1/7).Jumlah penumpang 122 tersebut terdiri dari 39 prajurit TNI (33 TNI AU dan enam TNI AD), serta 83 penumpang sipil dan keluarga TNI.Hendra Bakkara, salah satu keluarga korban tewas kecelakaan Hercules mengungkapkan, adik sepupunya bernama Risma Purba (18 tahun) merogoh kocek Rp 1 juta buat menumpang pesawat militer itu."Adik sepupu saya bayar Rp 1 juta," kata Hendra Bakkara saat ditemui wartawan di RSUP H Adam Malik Medan.Risma Purba menumpang Hercules yang jatuh di Medan. Dia berencana pergi mencari kerja ke Pulau Natuna."Dia baru tamat sekolah jadi mau ke rumah kakaknya di Natuna, untuk bekerja di sana," ujar Hendra yang mengaku mengantar sepupunya itu naik pesawat.

Hendra menyatakan, pesawat sempat dinyatakan penuh. Tapi, kakaknya bilang masuk saja, pasti akan disediakan kursi."Dan betul bisa masuk. Penumpangnya nampak memang ramai. Baru mau keluar dari Lanud kami dapat kabar musibah pesawat ini," lanjut Hendra.Selain Hendra, keluarga Sahat Maratua Sinaga juga menyampaikan hal senada. Sahat bersama istrinya Rasiah Purba, putrinya Yurike Sinaga, keponakannya Agus Salim dan Nico Simbolon disebutkan sebagai penumpang."Kami bukan keluarga TNI. Bayar Rp 1 juta seorang," kata Jhonson Sinaga, adik Sahat Maratua Sinaga.Terkait adanya penumpang sipil tersebut, Kepala Staf Angkatan Udara (Kasau) Marsekal TNI Agus Supriatna membantah pesawat Hercules dikomersilkan. Tetapi, jika penyimpangan itu benar terjadi, dia mengancam akan memecat anggota yang terlibat."Siapa yang bilang? Jangan ngada-ngada kamu," kata Agus kepada wartawan di RSUP Adam Malik Medan, Selasa (30/6).Agus mengatakan, pesawat itu memang tidak hanya membawa personel TNI. Tetapi ketika ditanya ada sipil mengaku membayar Rp 800 ribu hingga Rp 1,5 juta buat menumpang pesawat dalam perjalanan dari Medan ke Natuna, Agus kembali membantah.


"Ah tidak ada itu," ucap Agus.Agus menegaskan, jika personelnya terbukti menjual kursi pesawat, pasti akan ada sanksi."Jelas dong. Bukan punishment. Pecat dong kalau main-main begitu," lanjut Agus.Sementara itu, Komisi I DPR sebagai mitra TNI merespons kabar adanya penumpang sipil dalam pesawat Hercules. Wakil Ketua Komisi I Hanafi Rais mendesak TNI mengusut dugaan adanya komersialisasi penumpang sipil dalam pesawat Hercules."Pesawat jenis Hercules itu pesawat angkut. Fungsinya pemindahan barang dan mengangkut pasukan. Kalau ada tujuan khusus untuk sipil tentu ada pengecualian. Di luar itu tidak diperkenankan untuk memakai," kata Hanafi di Gedung DPR, Jakarta, kemarin.Di lokasi sama, anggota Komisi I DPR Tubagus Hasanuddin mengatakan pesawat Hercules milik TNI AU hanya buat mengangkut personel TNI atau barang dengan tujuan operasi militer. Selain itu, Hercules bisa berubah fungsi menjadi angkutan saat bencana dan darurat, angkutan pejabat daerah, atau pun mengangkut keluarga prajurit yang bertugas."Di dalam prosedurnya itu dibenarkan untuk mengangkut logistik bila ada bencana, keluarga prajurit yang bertugas di daerah, atau pemerintah daerah untuk keperluan tugas, itu yang menurut ketentuannya," kata Tubagus.

Rekomendasi