Sungai Batang Hari Leko Meluap, 390 Rumah Terendam Banjir di Musi Banyuasin

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Musi Banyuasin melakukan percepatan penanganan banjir dengan menurunkan Tim Reaksi Cepat (TRC).

Supriatin
Oleh Supriatin - Reporter
Sungai Batang Hari Leko Meluap, 390 Rumah Terendam Banjir di Musi Banyuasin
390 Rumah Terendam Banjir di Musi Banyuasin. ©2021 Merdeka.com

Sebanyak 390 rumah terendam banjir di Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan. Banjir terjadi akibat meluapnya Sungai Batang Hari Leko.

Sungai Batang Hari Leko meluap pada Selasa (16/11) sore. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Musi Banyuasin melakukan percepatan penanganan banjir dengan menurunkan Tim Reaksi Cepat (TRC).

“Terdapat 390 kepala keluarga terdampak banjir dengan tinggi muka air 70 hingga 100 sentimeter,” kata Plt. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Abdul Muhari, Rabu (17/11).

Tim bekerjasama dengan unsur TNI, Polri, dan perangkat daerah untuk melakukan evakuasi serta memberikan bantuan logistik kepada masyarakat.

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) telah mengeluarkan peringatan dini potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat disertai kilat atau petir dan angin kencang di Ogan Komering Ilir, Ogan Komering Ulu, Ogan Komering Ulu Selatan, Muara Enim, Lahat, Banyuasin, Musi Rawas, Musi Rawas Utara dan Empat Lawang. Hujan ini diprediksi terjadi pada Kamis (18/11) siang hingga sore.

Hujan sedang hingga lebat disertai kilat atau petir dan angin kencang berpotensi terjadi di Muara Enim, Ogan Komering Ulu, Ogan Komering Ulu Selatan, Ogan Komering Ulu Timur, Ogan Ilir, Ogan Komering Ilir, dan Banyuasin pada Jumat (19/11) malam hingga dini hari.

Analisis inaRISK menunjukkan Kabupaten Musi Banyuasin berisiko banjir dengan kategori sedang hingga tinggi. BNPB mengimbau para pemangku kepentingan di daerah dan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan menghadapi potensi La Nina.

La Nina diprediksi BMKG terjadi hingga Februari 2022. Fenomena ini berdampak pada kenaikan intensitas hujan dan bisa memicu terjadinya banjir, banjir bandang, dan longsor.

Rekomendasi