Suasana haru menyambut kedatangan jenazah Serda Ilman di rumah duka

Sebagai anggota intel TNI, Ilman memang dikenal tak banyak bicara. Keluarga berduka atas kepergian Ilman.

Salviah Ika Padmasari
Oleh Salviah Ika Padmasari - Reporter
Suasana haru menyambut kedatangan jenazah Serda Ilman di rumah duka
Kedatangan jenazah Serda Muhammad Ilman. ©2016 merdeka.com/mappesona

Serda Muhammad Ilham, prajurit TNI berdarah Bugis kelahiran Kabupaten Pangkep, 13 Februari 1992 lalu tewas, tertembak di Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah dengan peluru menembus kepalanya, Rabu (27/7), oleh anggota Brimob. Jenazahnya diterima keluarga, Kamis (28/7) pagi, Jalan Rumbia, Kelurahan Biraeng, Kecamatan Minasatene, Kabupaten Pangkep, Sulsel.Jenazah anggota Intelrem 132/Tadulako ini sebelumnya dijemput prajurit TNI di terminal kargo bandara internasional Sultan Hasanuddin. Hadir dalam penjemputan secara militer itu Kepala Penerangan Kodam VII/Wirabuana Letkol Alamsyah.Suasana haru menyeruak saat jenazah tiba di kampung halaman. Disambut kerabat dan keluarga, termasuk Abdullah Mustafa dan Siti Aminah kedua orang tua almarhum bersama empat saudara kandungnya. Muhammad Ilman adalah anak kedua dari empat bersaudara.Tampak juga Amar Ma'ruf, adik kandung Muhammad Ilman yang langsung terbang dari Bandung setelah mendengar kabar duka. Pekerjaannya di kantor Avsec bandara di Bandung, ditinggalkan sementara untuk mengantar sang kakak ke pembaringan terakhir.Afdalia (26), kakak sulung almarhum mengatakan, adiknya itu baru lima bulan bertugas di Poso, Sulawesi Tengah. Sebelumnya, selama tiga tahun bertugas di Palu, Sulawesi Tengah setelah lepas pendidikan."Terakhir ketemu keluarga akhir Februari lalu. Ilman datang saat om meninggal dunia, Haji Anwar. Selama tiga hari Ilman di sini dan kembali lagi ke daerah tugasnya," tutur Afdalia.Menurut kakak sulung almarhum ini, Ilman adalah seorang yang sabar dan tidak banyak bicara."Dia lebih banyak menjawab seadanya apa yang ditanyakan. Jadi kalau dibilang mau cerita tentang tugas-tugasnya itu tidak pernah," kata Afdalia.Menurut Afdalia, semua keluarga merasa sedih dan terpukul dengan kepergian Muhammad Ilman. Karena tahun depan sudah direncanakan keluarga besar akan berkumpul, bersuka ria dalam sebuah acara keluarga yakni acara pernikahan Muhammad Ilman. Tapi nasib berkata lain. Ilman memang kembali ke kampung halamanya tapi untuk pergi selamanya. Impian kebahagiaan keluarga di hari pernikahan prajurit ini pun pupus."Soal rencana menikahkan adik itu memang sudah jadi bincang-bincang keluarga. Rencananya tahun depan. Sepertinya calonnya itu pilihan orang tua karena Ilman juga tidak menolak," tutur Afdalia seraya menambahkan, adiknya pernah punya kekasih tetapi sudah berpisah baik-baik saat ditinggal tugas di daerah konflik. Sang kekasih pun kini sudah berumah tangga lebih dulu.Jenazah almarhum Serda Muhammad Ilman dimakamkan di pemakaman Islam Biraeng. Masih di kampung yang sama. Lokasinya tidak jauh dari rumah orang tuanya.

Rekomendasi