Sopir angkot kewalahan jelaskan ongkos naik gara-gara BBM naik

Selain menyusahkan penumpang, harga BBM naik juga mengakibatkan harga suku cadang mahal.

Afif
Oleh Afif - Reporter
Sopir angkot kewalahan jelaskan ongkos naik gara-gara BBM naik
Massa HTI dorong angkot. ©2014 merdeka.com/kresna

Kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BMM) mulai dirasakan oleh masyarakat di Aceh. Sejumlah tarif angkutan mulai merangkak naik saat ini. Meskipun pihak Organisasi Angkutan Darat (Organda) Aceh belum mengeluarkan tarif resmi.Seorang petugas penjualan tiket di terminal mobil angkutan antar kota di Lueng Bata, Banda Aceh, Abdul Wahab mengaku kewalahan menghadapi penumpang yang tidak mengetahui kalau BBM sudah naik. Hal ini akibat kurangnya sosialisasi pemerintah terkait BBM naik dan bisa memicu konflik penumpang dengan sopir."Yang lebih parahnya lagi, ada sopir yang belum tau kalau BBM sudah naik. Itu kawan saya pernah terkejut waktu isi minyak di SPBU. Kalau memang ada perubahan BBM, harusnya pemerintah sosialisasikan ke seluruh masyarakat," pinta Abdul Wahab, Kamis (2/4) di terminal Lueng Bata, Banda Aceh.Katanya, selain menyusahkan penumpang, harga BBM naik juga mengakibatkan harga suku cadang mahal. Hingga pemilik kendaraan merugi, karena harus merogoh kocek lebih banyak untuk melakukan perawatan rutin terhadap mobilnya."Sekarang inisiatif dari kami sendiri untuk merubah harga, dan penumpang juga kadang sudah maklum," kata Wahab.Untuk saat ini, tarif angkutan umum di terminal Lueng Bata dinaikkan Rp 5 ribu hingga Rp 15 ribu. Kenaikan tarif, ditentukan berdasarkan jarak perjalanan. Kata Wahab, perjalanan dari Banda Aceh menuju Sigli dinaikkan Rp 5 ribu, karena jaraknya hanya sekitar 100 Km."Kalau dulu dari Banda Aceh ke Lhoksumauwe Rp 75 ribu sekali jalan, sekarang kita kasih tarifnya Rp 90 ribu," tutupnya.

Rekomendasi