Kejahatan seksual terhadap anak belakangan semakin marak terjadi. Salah satu yang menjadi sorotan publik yakni kasus Yuyun yang diperkosa dan dibunuh oleh 14 orang.Caketum Golkar Setya Novanto turut prihatin dengan maraknya kasus kejahatan seksual pada anak. Dia menilai, negara paling bertanggung jawab atas banyaknya kasus kejahatan ini.Setya meminta agar negara tak hanya memikirkan para pelaku dengan hukuman. Tapi juga nasib korban dan keluarga korban harus ditanggung negara."Saya melihat dari sisi pelaku sudah ada hukum yang menyelesaikan para pelaku kejahatan anak dan pemerkosaan ini. Walau dipenjara, pelaku tetap diberi nafkah dan dijaga kesehatan serta pendidikannya oleh negara. Tapi korban kan belum ada yang mengurusnya. Dalam konteks ini, kalau saya diberi mandat jadi ketua umum, tentu saya kerahkan Fraksi Golkar untuk membuat regulasi perlindungan bagi korban ini," kata Setya Novanto, di sela-sela persiapan Munaslub Golkar, di Nusa Dua, Bali, Sabtu (13/5).Menurut dia, negara bertanggung jawab membiayai kehidupan para korban kejahatan seksual. Misalnya, menanggung biaya pendidikan hingga sarjana."Idealnya, pembiayaan pendidikannya secara khusus ada dalam APBN. Sebab saya berkeyakinan penuh kecukupan pendidikan yang dimiliki seseorang sangat menentukan masa depannya. Malah dengan pendidikan pula seseorang bisa secara tersistematis merubah traumatiknya terhadap masa lalu," ujar Ketua Fraksi Partai Golkar DPR ini.Selama ini, lanjutnya, negara terkesan belum hadir di tengah-tengah korban kejahatan anak dan pemerkosaan ini, sehingga korban tidak terurus dan terpantau masa depannya."Ini harusnya jadi konsen negara dan Golkar harus mendorong ini semua karena para korban ini sesungguhnya masih punya masa depan dan jangan dibiarkan mereka menghadapi sendiri masalahnya di negara Pancasila ini," pungkasnya.
Setnov: Negara tanggung jawab masa depan korban kejahatan seksual
Setya meminta agar negara tak hanya memikirkan para pelaku dengan hukuman.
Advertisement
Rekomendasi